Demo FRBPA Terkait Keuangan Banyuwangi Defisit

0
117

BANYUWANGI – Forum Rakyat Banyuwangi Peduli Anggaran (FRBPA) Banyuwangi menggelar aksi demo didepan Pemkab dan DPRD, Kamis (20/12/2018).

Mereka mengaku khawatir jika Pemkab Banyuwangi mengalami kekhawatiran keuangan daerah pada tahun 2019 terganggu, bila defisit anggaran tahun 2017 dan 2018 terulang lagi ditahun berikutnya.

Jika dibiarkan dan tidak ada perubahan dalam pengelolaan keuangan daerah, Ketua Forum Rakyat Banyuwangi Peduli APBD (FRB-PA), M. Amrulloh, SH, MH mengaku banyak menerima keluhan dari rekanan Pemkab Banyuwangi terkait tidak tepat waktunya pembayaran. Jika dibiarkan terjadi devisit tahun 2019, maka nilai pengelolaan keuangan daerah layak diberi nilai D alias ‘gagal’.

“Siapa yang gagal? Ya Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) dan BPKAD yang mengatur keuangan daerah selama ini. Itu yang gagal. Ibarat orang sekolah, dapat nilai ‘D’ atau benar-benar gagal bila terus-terusan devisit anggaran,” kata Amrulloh usai aksi pada wartawan.

Data yang diterima menurut Amrullah, Pemkab Banyuwangi mengalami defisit anggaran selama dua kali berturut-turut, tahun 2017 sebesar Rp. 220 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp. 250 miliar.

Lanjut Amrulloh, hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya rekanan yang hingga kini belum dibayar, banyaknya progam-progam yang dipangkas, apalagi dengan belanja pengadaan barang yang langsung ke masyarakat, serta banyaknya tender-tender yang ditarik oleh Pemkab Banyuwangi.

Solusi agar tidak terjadi deficit, menurut Amrulloh yakni dengan meningkatkan PAD, mengurangi belanja barang dan jasa, kegiatan festival yang menggunakan anggaran daerah harus dihapus.

“Harapannya pada tahun 2019 mendatang Banyuwangi tidak terjadi defisit anggaran,” harapnya.(Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here