Budidaya Anggur Import di Banyuwangi Sangat Menjanjikan

    0
    1118

    Ingin budidaya anggur import di Banyuwangi, mungkin bermimpi pada waktu itu, tetapi ternyata anggur import juga bisa berbuah lebat seperti di negara asalnya. Hal itu dibuktikan berkat ketekunan dari seorang pekebun dari Banyuwangi yaitu Thomas Setiyawan yang telah menekuni budidaya anggur import mulai tahun 2005.

    Ketekunannya ternyata membuahkan hasil, dengan dibuktikan telah mencoba menanam bermacam-macam anggur import dari berbagai negara, terutama anggur meja atau table grape, yang tentu saja rasanya pasti manis. Pada awalnya budidaya anggur import ini ditertawakan oleh banyak orang, akan tetapi dengan kesabaran dan ketekunannya berdasarkan pengalaman yang ia peroleh dari negara Sakura Jepang selama menjadi TKI di dalam hatinya ingin membuktikan kepada khalayak umum bahwa apa yang dilakukan nantinya akan membawa hasil.
    Dan ternyata terbukti setelah sekitar 9 bulan menanam, pohon anggur selesai dipruning/dirempel munculah tunas- tunas baru yang disertai dengan bermunculanlah bunga anggur dengan lebatnya, hari demi hari bunga tersebut mulai berwujud buah dan sekitar kurang lebih 120 hari buah anggur sudah mulai masak dan siap untuk dipanen.

    Thomas Setiawan yang beberapa hari yang lalu di tempat kediamannya mengatakan bahwa jenis nggur import sangat menjanjikan sekali jka di tanam khususnya di Banyuwangi dan di Indonesia pada umumnya seiring dengan banjirnya anggur-anggur yang didatangkan dari negara lain seperti, Vietnam, China, Australia, maupun Amerika, karena ternyata anggur import bisa berbuah lebatdan rasanya juga manis seperti di negara asalnya. Maka amat disayangkan, kita kalau makan anggur import dari negara lain yang kemungkinan besar juga banyak pengawetnya dan berdampat negatif bagi kesehatan. Untuk itu tidak ada salahnya kita berbudi daya sendiri anggur import di wilayah kita dan buahnya yang tentu kita jamin buah segar, tanpa zat pengawet, pastinya juga sehat bagi tubuh kita.

    “Saya telah membuktikan kepada masyarakat anggur import yang kita tanam dapat berbuah lebat dan rasanya manis karena termasuk anggur meja, dan dijamin tanaman kita lebih menyehatkan ketimbang dari anggur import yang didatangkan dari negara lain, anggur kita pasti lebih segar, dan bebas dari zat pengawet, dan tidak kalah pentingnya harga per kilogramnya masih di atas Rp 50.000, 00, dan produksinya juga tinggi per m2 mampu berbuah 4 kg, “ jelasnya.

    Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Banyuwangi beliau memberikan contoh dengan menanam anggur impor jenis dixon dan giovani di teras depat rumahnya di Perumahan Pengantigan Banyuwangi yang saat ini telah berumur 10 bulan dan berbuah dengan sangat lebatnya. Dan juga dia menanam anggur jenis Julian, Dubonski Pink, dan Transfiguration di barat Desa Kemiren Kecamatan Glagah seluas 0,5 hektar.

    Menurutnya, sebenarnya banyak sekali jenis anggur import yang bisa dikembangkan di Banyuwangi, untuk itu dia sudah mengoleksi berbagai macam bibit anggur import yang dikembangkan di Banyuwangi yang tujuannya banyak warga Banyuwangi khususnya petani diajak bersama-sama untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan melalui budidaya anggur selain selain tanaman holtikultura yang dikembangkan oleh petani Banyuwangi. Mungkin jika membutuhkan bibit anggur import dan buah anggur import segar bisa menghubungi HP. 085336145972. (A. Masduki)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here