Pelatihan Metode Mengajar Asyik dan Menyenangkan.

    0
    126

    Di deretan anak-anak yang sedang melakukan sholat berjamaah di suatu masjid..”Huss….jangan ngomong…..sholat kok ngomong..” eeee sebelahnya juga nyaut ” kayak aku ini lho…ndak ngomong ..ndak gurau…”

    Teman sebelahnya pun menyahut..” heh…kamu juga ngomong…jadi batal sholatnya.”….suara kak Wuntat yang sedang bercerita du depan kurang lebih 570 santriwan santriwati TPQ dan TPA se Kabupaten Banyuwangi. Riuh tepuk tangan bergemuruh di dalam masjid As-Sunnah yang terletak di pelataran STIKES Banyuwangi.

    Acara Belajar Cerita Menyenangkan (BCM) yang ditargetkan 300 santri ternyata yang datang lebih dari perkiraan. Animo luar biasa ini merupakan berkat kerja keras BKPRMI Kabupaten Banyuwangi yang mana pada 2018 lalu telah dilantik untuk mengabdi sampai dengan tahun 2022. BKPRMI kabupaten Banyuwangi yang diketuai oleh ustadzh Ahmad Surudin. BKPRMI mempunyai 5 sub unit kegiatan yakni lembaga pengembangan pedidikan yakni; SDM, Ekonomi, Keluarga sakinah, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Brigade.

    Adapun kegiatan yang terselenggara dua hari ini dengan Kak Wuntat merupakan bagian dari kerja sub ujit LPPSDM yang diketuai oleh Ustadzh Zakaria yang bekerjasama dengan LPPTKA se Kabupaten Banyuwangi. Acara yang digelar sejah sore ini, Sabtu 9 Maret 2019 sampai dengan besok Minggu 10 Maret 2019 merupakan acara yang memang sudah rutin di gelar setiap tahun.

    Tahun ini merupakan tahun ke 2 dan sengaja mendatangkan Narasumber Kak Wuntat dari Yogyakarta. Menurut ustadzh A. Surudin, kegiatan pelatihan BCM ini digelar hari pertama untuk santri sedang hari ke dua untuk guru ngaji/ustadzah/ustadzh di TK, Paud, SD dan Ml.

    “Latar belakang adanya program ini yakni masih adanya kegiatan belajar mengajar di taman taman Al-Qur’an yang masih terkesan monoton, “ujar ustadzh A. Surudin.

    Harapannya kegiatan ini merupakan ajang interaksi dan silaturrahim untuk bisa saling asah, asih, dan asuh antar lembaga TPA dan TPQ. Sehingga kegiatan belajar mengajar di TPA dan TPQ lebih menggairahkan dan berfareasi. Dampaknya guru lebih kreatif dah para santri bisa lebih aktif, kreatif dan semangat untuk mengenal Alloh. Kegiatan BKRPMI bersinergi dengan pemerintah dalam upaya pembinaan masyarakat berakhlakul karimah sesuai denga visi Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah Daerahpun memberikan suport dengan mengakomodir salah satu kegiatan BKPRMI yakni festival Anak Sholeh yang akan digelar Oktober 2019 mendatang masuk dalam B-fest 2019.

    Pemilihan Kak Wuntat yang merupakan lulusan Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogakarta sebagai Narasumber karena beliau merupakan trainer berpengalaman, pendongeng sekaligus pengajar serta ketua kelompok kepala sekolah Lembaga Pendidikan Islam Salsabila. Kak Wuntat dengan gayanya yang unik, menarik dengan kemampuan membuat berbagai suara, menjadikan suasana sangat menyenangkan. Ini dapat dilihat dari antusiasme para santri yang fokus dan luar biasa dalam berinteraksi selama kegiatan berlangsung.
    Rasa puas dan senang juga diakui oleh Syukri, peserta pelatihan berusia 9 tahun yang di awal acara sempat memberikan suguhan pembacaan puisi berjudul “Aku tak ingin mati muda”.

    Diakui pula oleh ustadzah Kholishoh yang merupakan pengajar di salah satu TPA. Ustadzah Kholishoh berharap kegiatan BCM ini harus terus dilaksanakan. Karena mempunyai banyak manfaat antara lain peningkatan SDM khususnya bagi para pengajar.

    Pesan dari BKPRMI “Ajarkan anak anakmu dengan cinta Alloh dan Rosul Nya dengan Membaca Al-Qur’an”. Reportase by Yeti Ch

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here