PELATIHAN BCM BKPRMI BARENG USTADZH WUNTAT DIBUKA KEMENAG DENGAN SENYUM

    0
    55

    Pagi ini 10 Maret 2019, merupakan hari ke 2 acara BKPRMI menggelar kegiatan yang sudah berlangsung sejak kemarin. Acara yang digelar yakni pelatihan Belajar, bercerita dan menyanyi (BCM). Kalau kemarin yang dilatih dan diajak bercerita adalah santriwan santriwati, nah pada hari kedua ini yang dilatih adalah para guru-guru PAUD/TK/SD/MI dan ustadzh-uztadzah pengajar di TPQ dan TPA se-Kabupaten Banyuwangi.

    Pada acara seremoni, berkesempatan membuka acara dari Departemen Agama Kabupaten Banyuwangi. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi yang kali ini diwakili oleh Kasie PAIS H. Dimyati, M.Si membuka pelatihan BCM kreatif dengan tema BCM yang menyenangkan. Adapun acara pelatihan digelar di Masjid As Sunnah Stikes Kabupaten Banyuwangi dengan penyelenggaranya unit LPPTKA dan LPPSDM dari BKPRMI Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya Dimyati menekankan pada bagaimana kegiatan belajar mengajar senantiasa di awali dengan senyum ikhlas serta ikhtiar berprasangka terbaik pada santri. Senyum merupakan bagian ibadah serta senjata ampuh untuk memudahkan transfer knowladge pada santriwan santriwati sebagai insan pembelajar. Dampak yang diharapkan peserta didik lebih mudah menerima ilmu.

    Terlebih dalam mengajarkan ilmu yang berkenaan dengan Al-Qur’an. Tentunya dengan pembelajaran yang penuh senyum, nantinya tidak hanya anak, remaja hingga manula juga diharapkan terus akrab dengan Al-Qur’an. Kemenag menyambut baik inisiatif BKPRMI menghadirkan narasumber nasional yakni Kak Wuntat Wawan Sembodo asal Yogyakarta yang juga pembina PPMI (Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia). Dimyati menambahkan tentunya nati akan perlu diadakan apresiasi bagi santri berprestasi dalam berbagai bentuk. Karena santri meru[akan benteng yang masih bisa diharapkan dalam upaya mengurangi dampak negatif di era globalisasi dan geliat pariwisata.

    Sementara itu, Ketua BKPRMI Achmad Sururudin, SE,M.Si siap bersinergi dengan pemda lewat berbagai kegiatan dan gerakan peningkatan sumberdaya manusia. Kegiatan yang bisa disinergikan termasuk mengoptimalkan perda madin bergandengan dengan Kemenag dan Dispendik. Sehingga harapannya dengan adanya perda nanti, akan memperkuat dasar adanya berkegiatan peningkatan SDM baik dengan pembelajar yang berusiadini maupun yang remaja dan lanjut usia serta peningkatan keluarga sakinah.

    Acara yang diikuti 300 peserta ini disambut optimis oleh Samsul Hadi, S.Pd sebagai Direktur LPPTKA BKPRMI. Dengan animo peserta yang luarbiasa, merupakan semangat tersendiri bagi penyelenggara maupun narasumberyang hadir.  Karena para guru-guru PAUD/TK/SD/MI dan ustadzh-uztadzah pengajar di TPQ dan TPA merupakan potensi untuk syiar Islam dan Al-Qur’an. Untuk itu program lanjutan silaturahmi ke tempat pengajian, menyelaraskan kurikulum serta wisuda santri bersama bisa diwujudkan. “Harapannya juga kiprah di festival anak sholeh dari Kabupaten BAnyuwangi bisa jenggirat lagi di tingkat nasional, “Ungkap Ustadzh Samsul. Reporter; Aguk W.N. * Yeti CH.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here