Soft Launching Festival Wisata Kuliner Jajanan Kampoeng Mandar

    0
    123

    Soft Launching Festival Wisata Kuliner Jajanan Kampoeng Mandar digelar oleh aliansi masyarakat Mandar yang melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kampung Mandar Minggu, 10/3/19.

    Acara yang disupport langsung oleh perusahaan semen Bosowa itu dihadiri oleh berbagai undangan, tampak diantaranya Dr. H. Taufik Hidayat , ketua Dewan Kesenian Blambangan , yang tampak menikmati dan mencicipi beberapa kuliner yang digelar diantaranya nasi Buras dan nasi Sudu sebagai ciri khas kampung Mandar.

    Buras adalah salah satu panganan khas masyarakat Mandar, Bugis Sulawesi Selatan. Nasi yang dibikin seperti lontong ini disebut juga burasa, lapat atau lontong bersantan. Burasa merupakan makanan wajib bagi masyarakat Sulawesi Selatan di hari raya Idul Fitri yang biasanya tersaji bersama coto makasar dan opor ayam. Selain untuk hidangan di hari lebaran, burasa juga biasanya dipilih sebagai makanan untuk bekal dalam perjalanan yang tahan lama sampai tiga hari. Burasa bisa dinikmati bersama sambal kacang, telur rebus, abon atau sawur.

    Sepanjang jalan DI Panjaitan ( dari pertigaan yang mengarah ke kampung Mandar ) ditutup, Minggu pagi 10/3 dipadati pengunjung yang lalu lalang sekedar memenuhi ruas jalan , melihat-lihat atau menikmati jajanan khas mandar yang digelar disepanjang jalan. Warga kampung Mandar yang sebagian besar keturunan suku Bugis dari Sulawesi Selatan sudah berpuluh-puluh tahun tinggal dan menetap di kampung yang berdekatan dan berhadapan dengan pesisir pantai boom kota Banyuwangi. Menu andalan dan berciri khusus khas Mandar adalah nasi Buras dan Sudu ditampilkan dalam mendukung industri wisata kuliner Banyuwangi, masyarakat Mandar yang tinggal di Kelurahan Mandar Kecamatan Banyuwangi menggelar acara Festival Jajanan khas Kampung Mandar, Minggu (10/3) pagi.

    Acara yang digelar di sepanjang Jl DI Panjaitan itu antara lain menyuguhkan masakan khas Nasi Sudu dan Buras.
    Ketua panitia Faisal Riezal menyatakan bahwa ” Tradisi Saulak dan ritual adat Mandar lainnya, merupakan salah satu kekayaan tradisi masyarakat Mandar di
    Banyuwangi, ” ungkap Faisal.(Ilham Panji Blambangan)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here