Menciringe Lencir Kuning  karya kontingen Provinsi Jawa Timur dalam Pekan Cipta Seni Nasional 2019 bidang Kreativitas Musik Tradisional.

    0
    110

    Menciringe Lencir Kuning pula yang mengantarkan kontingen Jawa Timur menjadi salah satu penyaji terpilih dan pemusik terbaik di dalam musik tradisional. Menciringe Lencer Kuning sendiri sudah sesuai dengan pemahaman akan Pesona Merdu Tembang Negeriku yang di dalamnya terdapat karakter-karakter anak bangsa yang mencintai keberagaman.

    Kekompakan yang terjalin tidak begitu saja tumbuh. Ditanya mengenai porsi latihan hingga bisa lolos ke tingkat nasional, Achsana Ilham sang pelatih dari Sanggar Sekartaji Muncar, Banyuwangi mengungkapkan bahwa semua itu bisa didapat dengan pendalaman yang lebih kurang 7 bulan.
    “Porsi latihan kami itu selepas pulang sekolah. Kalau hari libur lain lagi, kami latihan dari pagi hingga sore. Semua dimulai dari 7 bulan yang lalu, kami memulainya dari 0. Kesulitannya adalah di awal-awal, kami sulit mengatur ritme supaya lebih kompak. Syukur Alhamdulillah usaha tidak pernah membohongi hasil. Latihan yang terus menerus itu akhirnya membuat kami kompak dan dapat meraih hasil yang maksimal di Gedung Kesenian Jakarta ini, “ujar Ilham.

    Perasaan kurang yakin muncul saat mereka menginjakkan kaki di ibukota Jakarta ini, Ilham bercerita tentang bagaimana mereka melihat penampilan provinsi lain yang begitu hebat dan luar, biasa.
    “Awalnya memang tidak yakin, karena kebetulan sambil menunggu giliran tampil kami melihat penampilan dari provinsi lain dan itu keren-keren. Optimisnya lebih sedikit dibanding pesimisnya,” cerita Ilham yang juga seorang guru.

    Setiap kegiatan tentu memberikan pengalaman yang berharga. Begitu juga dengan kontingen Provinsi Jawa Timur ini dengan lantang mengungkapkan bahwa Pekan Cipta Seni Nasional ini memberikan pelajaran serta wawasan terhadap budaya bangsa selain itu juga merajut tenun kebangsaan di antara para peserta.
    “Sebagai ajang kompetisi menunjukkan budaya dan adat dari seluruh Indonesia, karena dengan kita melihat budaya dari teman-teman 28 provinsi, kita jadi tahu, dan itu akan memupuk rasa nasionalisme kita. Ditambah lagi dengan banyak teman, ya pokoknya pengalaman ini pasti berharga banget,” tambah Ilham .

    Ditanya mengenai keberhasilannya mendapat hasil yang maksimal di Pekan Cipta Seni Nasional 2019 ini, mereka secara bersahutan menjawab hanya dengan satu kata yang menggambarkan rona kebahagiaan “Senaaaanggg,” jawab talent-talent belia itu bersahutan.

    Para talent cilik tersebut tergabung dalam satu sanggar Sekar Taji Tapanrejo Kecamatan Muncar yang berasal dari SDN 2 Tembokrejo , SDN 2 Sumberayu, SDN 2 Tapanrejo dan SDN 2 Tapanrejo dilatih oleh Achsana Ilham

    Pekan Cipta Seni Pelajar 2019 tingkat Nasinoal menurut DR. Restu Gunawan, M. Hum Direktur Kesenian Direktorat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI , adalah sebagai upaya memberi ruang untuk mengembangkan kreatifitas dan potensi siswa dari kelompok umur 7-12 tahun hingga mendapatkan prestasi dan menjadi kebanggaan daerah khususnya dan Indonesia pada umumnya. Jangan pernah takut berkreasi, berinovasi dan mengembangkan sesuatu yang baru yang berakar dari kerifan lokal masing-masing daerah. Jangan pernah takut mengeksplore kelebihan dan potensi daerah masing-masing di pentas terhormat di Gedung Kesenian Jakarta ini, Jelas Restu. Dalam kesempatan itu Restu Gunawan memberikan apresiasi dengan menyalami satu persatu dan berfoto bersama dengan kontingen Banyuwangi yang mewakili Jawa Timur. (Ilham Triadi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here