UNIBA : Industrial Revolution 4.0

    0
    120

    Saat ini sudah masuk pada Era Industri 4.0, atau dikenal juga revolusi digital dan era disrupsi teknologi. Di segala sektor, isu perubahan pada Era Industri 4.0 banyak dibicarakan.

    Menyikapi perubahan tersebut, Himpunan Mahasiswa, English Students’ Association (ESA) Prodi. Pendidikan Bahasa Inggris mengadakan kegiatan Workshop dengan tema “Synergizing Academics & Industry towards INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0” On April, 22nd 2019.

    Ketua panitia pelaksana Febriansyah Pramudya menjelaskan Ada tiga literasi yang dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0. yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi humaniora.

    Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum ESA Yuli Fatmawati bahwa kegiatan ini bertujuan untuk: Pertama, Menyiapkan generasi muda untuk menghadapi perubahan jaman di revolusi industri 4.0. Kedua, Untuk memahami tantangan, peluang dan cara untuk bertahan hidup di revolusi ini. dan Ketiga, serta meningkatkan kreatifitas mahasiswa untuk membuka lowongan pekerjaan berbasis tegnologi. Tegas Fatmawati.

    Pembicara Brother Mothy (National Licensed Trainer. CO Principal KLLC) and Sister Galih Ayu Palupi (Jebeng Banyuwangi & Duta Pendidikan 2017).

    Menurut Mothy menjelaskan bahwa Revolusi industri 4.0 membawa perubahan yang masif, cepat, dan sedikit ‘memaksa’ kita hampir di semua lini kehidupan kita. Diantaranya adalah pendidikan dan industri secara umum.

    Sudah kita ketahui bersama bahwa saat ini adalah era disruption. Era dimana perubahan cara dan langkah kita untuk mendapatkan serta menikmati layanan jasa maupun barang.

    Pemaparan data dan fakta perubahan membuat kita menjadi sadar dan siap menghadapi revolusi industri 4.0. Perlu juga menyadari bahwa secara fasilitas dan kemajuan teknologi, kita masih belum bs setara negara-negara maju. Namun yg lebih penting daripada itu adalah menyiapkan _mindset_.

    Peter Diamandis melalui bukunya berjudul Abundance memotivasi kita untuk memiliki mental abundance. Mental mindset berkelimpahan. Diantaranya menyiapkan mindset “if you want to win, win everyone first”, saat ini bukan waktunya bagi kita untuk berkompetisi. Sudah waktunya kita untuk saling berkolaborasi. Dunia ini sejatinya “cukup” bagi siapapun. Namun dunia ini tak akan pernah cukup bagi seseorang uang menginginkan segalanya dan _greedy_. Tegas Mohty. (Miskawi).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here