Festival Ramadhan Hadrah Pelajar 2019

    0
    239

    Satu lagi even turut memeriahkan Festival Ramadhan tahun ini yakni Festival Hadrah Pelajar 2019 tingkat Nasional. Perhelatan Festival Hadrah Pelajar adalah sebuah kompetisi seni musik bernuansa Islami ini menjadi sebuah pilihan atraksi hiburan yang menarik bagi masyarakat Banyuwangi di bulan Ramadhan. Festival Hadrah Pelajar ini dihelat di Gesibu Blambangan Banyuwangi pusat digelarnya Festival Ramadhan 2019.

    Festival Hadrah Pelajar Nasional pada Ramadhan tahun ini diikuti pelajar SMP/Mts , SMA/SMK dari Banyuwangi dan 20 kota di berbagai penjuru nusantara.
    Festival Hadrah ini diikuti 89 grup pelajar dari 20 daerah di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) diantaranya : Madrasah Aliyah (MA) Nur Anjani Lombok, MA Annida Al-Islamy Jakarta Barat.
    Festival hadrah dibuka pada hari Jumat (17/5/2019) dengan tarian kuntulan rodat ya jamaliha dari MGMP Seni Budaya SMP Korwil II Rogojampi dengan iringan musik rebana nan rancak yang dimulai dengan pemukulan rebana oleh serentak oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko dan Forpimda Kabupaten Banyuwangi.

    Ratusan pelajar tingkat SMP /Mts hingga SMA / SMK / MA dari berbagai daerah di Jawa Bali dan NTB akan berkompetisi dalam ajang ini. Festival ini akan digelar selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu (17-18 Mei 2019), di Gesibu Blambangan Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan festival ini merupakan salah satu cara Banyuwangi untuk terus menumbuhkan semangat anak-anak muda dalam berkreasi dan mengeksplore bakat musik islami mereka. Banyuwangi ingin kecintaan musik islami terus berkembang di kalangan pelajar. “Kesenian hadrah merupakan salah satu kesenian khas islami yang selalu mendapat tempat di hati umat Islam. Seni ‘terbang’ yang berirama menghentak, rancak, dan variatif membuat kesenian menjadi alternatif baru bagi anak muda dalam bermain musik. Selain itu kata Anas, ajang ini juga bisa sebagai fasilitas untuk menyediakan dan silahturahmi antar pelajar.

    Lebih lanjut Bupati Anas mengatakan,  “Festival ini akan menjadi media untuk merajut silahturahmi dan konsolidasi antar pelajar dan santri dari seluruh nusantara. Sekaligus, lewat festival hadrah dan sholawat ini kami ingin mengirim pesan tentang budaya Islam di Indonesia yang santun, toleran, dan inklusif, dan yang tentunya cinta damai,” kata Anas.

    Tak hanya itu, lanjut Anas, festival ini juga sekaligus sebagai cara Banyuwangi mengenalkan berbagai bacaan sholawat yang biasa ditemui di pesisir Jawa, Bali dan daerah lain. “Nah varian-varian sholawat itu akan ditampilkan oleh peserta lomba di sini, sehingga akan memperkaya pengetahuan para pelajar dan santri,” kata Anas.

    Festival ini semakin meriah dengan tampilnya belasan mahasiswa dari 12 negara peserta program Kementrian Luar Negeri RI yakni Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI). Belasan mahasiswa itu akan mempelajari seni dan budaya Banyuwangi dalam 100 hari kedepan. Mereka tampil memukau saat menampilkan tari Kuntulan dan menyanyikan lagu Islami “Ramadhan Tiba”. Penonton pun merasa terhibur dengan penampilan mereka.(Ilham Panji Blambangan)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here