BALMON GELAR DESIMINASI REGULASI DI BANYUWANGI

0
179

Kembali Balai Monitor kelas 1 Surabaya memberikan sosialisasi dan desiminasi informasi regulasi kepada pengguna frekwensi. hal tersebut disampaikan dalam acara CFD ( Car Free Day ) dengan masyarakat bertempat di depan Gesibu Blambangan Banyuwangi, Minggu, [21/7/2019].

Sensilaus Dore, Kepala Balmon kelas 1 Surabaya mengatakan pihaknya juga akan memaksimalkan 3 jalur Tol yang menjadi prioritas Presiden Joko Widodo, yaitu Tol Darat, Tol Laut dan Tol Langit.

“ Makanya tugas dan kewajiban kita untuk mengamankan penggunaan frekwensi sebagaimana mestinya,” tegas Sensilaus dipanggung, saat memberikan door prize kepada peserta yang ikut acara senam zumba. Tim Balmon juga melakukan audensi dengan Mahasiswa, Penggiat Radio Komunitas, Wartawan, dan masyarakat pengguna spektrum frekwensi.

Menjawab kekwatiran masyarakat akan adanya pengunaan frekwensi liar, Balmon memastikan akan mengawasi dan memantau penggunaan frekwensi liar tersebut dengan memasang stasiun monitor di 9 Kabupaten dan Kota al : Kediri, Malang, Probolinggo, Jember, Sidoarjo, Banyuwangi dan 2 lainnya di Surabaya.

Dikesempatan itu, Kabalmon Sensilaus Dore menambahkan bahwa di Banyuwangi ditempatkan 1 stasiun tanpa awak yang dipantau dari Surabaya, “ Selain pengguna frekwensi di Banyuwangi yang banyak, juga terdapat Bandara yang wajib dilakukan proteksi, itu clear . Dan rutinitas kegiatan kita cukup tinggi, semua yang sudah memiliki ijin kita proteksi dan itu prioritas, “ Tegasnya.

Sedangkan bagi yang tak memiliki ijin, Lanjutnya. “ Kita akan lakukan pengendalian, Kita Lakukan inventarisir, Kita ajak ke proses perijinan. Dan kalau orangnya tak punya niat, ya terpaksa kita hentikan melalui mekanisme penegakkan hukum, jadi Negara sudah melakukan kewajiban memproteksi bagi penyelenggara yang sudah memiliki ijin, “ Imbuh Sensilaus Dore, Kepala Balmon Kelas 1 Surabaya.

Seringnya radio Komunitas yang menjadi kambing hitam dalam penyalahgunaan frekwensi, Aguk Nuryadi salah satu penggiat rakom memprotes bahwa aparat penegak hukum dibidang frekwensi untuk bertindak bijak dan tidak tebang pilih. Aguk mencontohkan bahwa rakom yang berniat ijin dipersulit, namun bagi radio swasta yang juga melanggar aturan terkesan dibiarkan . [Hadi, Aguk & Venus]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here