WAWASAN KEBANGSAAN BAGI PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA (PASKIBRAKA) 2019

    0
    59

    Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Banyuwangi ikut andil memberikan warna dalam pemantapan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan olah raga yang dilaksanakan di Hotel Tanjung Asri bagi Calon Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA), mulai tanggal 30 Juli-18 Agustus 1945 (12/8).

    Peserta calon Paskibraka sebanyak 75 orang. Pengukuhan Paskibraka dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus yang dilaksanakan di Pendopo. Namun kewajiban Paskibraka selama 1 Tahun nengikuti dan bertugas dalam setiap upacara yang dilaksanakan dikabupaten.

    Hadir sebagai pembicara dalam pemantapan Wawasan Kebangsaan dikemas dengan dialog interaktif, Drs. Wiyono MH ( Kepala Bakesbangpol) Miskawi (Ketua FPK), Towil Firdaus (DHC 45), Kapten Yonaidi Desianto (Kodim), Mega (Nasdem), Cuk Dwi Sumardi (Gerindra), Teddy (Dispora), Joko Purnomo (PAN), Hariyanto (Ketua Formula).

    Wiyono Kepala Bakesbangpol Kab. Banyuwangi menyampaikan bahwa pemahaman tentang wawasan kebangsaan sangatlah penting,
    membentuk karakter generasi muda yang lebih baik dan menumbuhkan sikap, rela berkorban, tolong menolong, toleransi dan nasionalisme sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehar-hari dilingkungan masyarakat. “Generasi muda merupakan penerus bangsa yang diharapkan akan membawa kemajuan pembangunan dan keutuhan NKRI baik dimasa sekarang ataupun nanti,” pungkas Wiyono.

    Wiyono juga menyampaikan
    Wejangan Bijaksana yang pernah disampaikan oleh Alm. KH Maimoen Zubair . Wejangan bijaksana ini menurut Wiyono sangat Relevan untuk Sepanjang Zaman.

    ” Ora kabeh wong pinter kuwi bener
    Ora kabeh wong bener kuwi pinter
    Akeh wong pinter ning ora bener
    Lan akeh wong bener senajan ora pinter
    Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener
    Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter
    Ana sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener
    Minterno wong bener kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter
    Mbenerake wong pinter kuwi mbutuhke beninge ati”.

    pengejawantahan Wawasan kebangsaan yaitu harus bisa menerima perbedaan dalam keberagaman karena perbedaan itu sifatnya Ilahia karena manusia lahir dari ketidaksamaan dan berbeda-beda. perbedaan itu kodrati, perbedaan itu ilahia dan perbedaan itu indah bagai tujuh warna. Hanya orang-orang yang tidak beriman yang tidak menerima perbedaan

    Kapten Yonaidi menambahkan bahwa menjadi paskibraka adalah poin sendiri dan sebuah kebanggaan. maka percayalah dan yakinlah negara menaruh harapan kepada saudara, jangan kecewakan orang tua, jangan kecewakan Banyuwangi dan jangan kecewakan negara. (Miskawi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here