Rayakan Idul Adha 1440 H Tanpa Sampah Plastik

0
34

Besek dari anyaman bambu yang digunakan oleh Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono untuk pengganti plastik pada acara Hari Raya Idul Adha di kampung halamannya bersama keluarga di Kelurahan Mojopanggung Banyuwangi, 11/8/2019.

Usai sholad Ied di Taman Blambangan, Agung menyembelih qurban sapi jenis simital seberat 3, 5 kwital di rumahnya lingkungan Kelurahan Mojopanggung Banyuwangi. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Maritim itu membawa komitmen terus mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik saat merayakan Idul Adha di kampung halamannya, Banyuwangi, Jawa Timur.

Penggunaan besek anyaman bambu, yang dialasi daun jati sebagai tempat untuk menaruh daging hewan qurban yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Saat sebagian besar masyarakat masih memilih menggunakan plastik kresek sebagai tampat menaruh daging qurban. Agung juga menegaskan kalau plastik kresek dapat diganti dengan besek bambu.
“Plastik bisa diganti besek dan daun jati. Bentuknya lebih manis dan berkelas, yang paling penting, tentunya lebih ramah lingkungan” kata Agung.

Agung menegaskan penggunaan besek dengan daun jati lebih aman karena menggunakan bahan alami, “Tentu terjamin (kualitasnya). Bahannya langsung dari alam. Ada yang bilang kalau daging dibungkus daun jati rasanya akan lebih enak, ”katanya.

Agung menambahkan bahwa penggunaan besek dan dialasi daun jati banyak manfaatnya bahkan jauh lebih baik daripada plastik.
“Ini memberdayakan perajin besek, memberdayakan ekonomi masyarakat kecil. Kemasannya lebih manis, lebih ramah lingkungan. Setelah dipakai, kemasan ini bisa dipergunakan untuk tempat bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih,” ujarnya.

Besek berbahan bambu sebagai tempat daging korban Idul Adha 2019 di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (11/08/2019).

Konsisten mewujudkan Indonesia bersih, dalam perayaan Idul Adha 1440H yang jatuh pada hari Minggu, 11 Agustus 2019, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang berkesempatan merayakan Idul Adha di Banyuwangi, memastikan, wadah kemasan daging qurban tidak menggunakan plastik. Wadah yang dipilih adalah besek bambu dialasi daun jati.

Besek bambu dialasi daun jati ini bukanlah kemasan sekali pakai. Besek bambu ini cukup kuat untuk dimanfaatkan ulang sebagai kemasan bumbu dapur misalnya. Untuk pengikatnya, memanfaatkan tali upih yang dibuat dari pelepah pohon palem.
“Pelepah palem diserut tipis menghasilkan tali yang lentur, kuat dan alamiah. Bebas plastik. Beseknya buatan pengrajin lokal di Desa Wangkal, Banyuwangi peduli mengurangi produksi sampah dan mengelola sampah harian, khususnya sampah plastik lebih baik lagi. Intinya kita berusaha untuk tidak menggunakan bahan plastik”, tegas Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono.

Lebih lanjut Agung mengatakan pihaknya telah konsisten dalam beberapa tahun terakhir ini memanfaatkan besek bambu sebagai wadah daging qurban. “Ini gerakan kita bersama dan kita harus memulainya dari diri sendiri”, tambah Agung.(Ilham Panji Blambangan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here