HUT RI KE – 74 BERNUANSA KULINER

    0
    318

    KELURAHAN SOBO, Banyak cara merayakan HUT RI yang pada umumnya dirayakan dengan menggunakan fasilitas lapangan yang berada di Desa/Kelurahan. Kali ini Kelurahan Sobo merayakannya di tempatnya Pujasera Bakul ( Banyuwangi Kuliner) Jl. Agus Salim Belakang Kantor KPU. (1/9/2019).

    Acara diikuti oleh sekitar 1.000 peserta bertempat di Pujasera Bakul Banyuwangi. Susunan acara terbilang padat namun yang unik tidak ada satupun peserta yang undur diri sampai acara selesai. Acara terdiri dari senam pagi, jalan sehat, pentas seni, hiburan dan pembagian hadiah.

    Menurut Moh Ridwan selaku Ketua Panitia, “Kegiatan ini untuk mengaktualisasikan nilai-nilai proklamasi 17 Agustus 1945 dalam bentuk kegiatan naik permainan perorangan maupun beregu mulai dari senam pagi, jalan sehat, pentas seni, hiburan dan pembagian hadiah,” Ungkap Ketua Panitia Ridwan.

    Ridwan juga menambahkan bahwa kegiatan ini dapat merangkul semuanya dengan melibatkan masyarakat dan stakeholder dalam hal ini sponsor yang ikut terlibat. “Kedepan kita harus membangun kebersamaan, saling mengisi guna menuju Indonesia maju dan memiliki nilai-nilai kebangsaan, “Tegas Ridwan.

    Jalan sehat dibuka oleh Kepala Kelurahan Sobo, Djoko Saptono. Menurutnya bahwa setiap RT sudah melaksakan berbagai jenis lomba dan pentas seni. Ini sebenarnya kegiatan puncak.

    “Kegiatan ini tidak akan berlangsung sedemikian luar biasa ini. Semua komponen RT/ RW terlibat dan inilah arti dari sebuah kebersamaan, kekompakan, keguyuban. oleh karena itu kedepan kita harus lebih baik dan lebih maju. Disisi alasan tempatnya disini tidak lain kami selaku pemerintah juga ikut terlibat untuk mempromosikan Pujasera Bakul,” kata Djoko.

    Salah satu pemilik Bakul Mbak Darty No 20, Edy Purdiyanto yang kesehariannya Sebagai Guru di SMKN 1 Banyuwangi dan pengurus Komnasdik Banyuwangi merasa senang. Menurutnya ” Saya bahagia sekali dan baru kali ini acara peringatan HUT RI dilaksanakan di Bakul atau pasar rakyat, ini salah satu langkah negara hadir. Paling utama lagi peringatan HUT yang ke 74 ini sebagai tanggungjawab kita bersama. Sejarah panjang para pejuang kemerdekaan yang membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah tentu bukanlah sebuah hal yang dianggap remeh. Keringat, tenaga hingga nyawa dipertaruhkan demi yang namanya sebuah kemerdekaan. Namun perlu kamu ketahui kita sebagai generasi saat ini tentu tidak bisa duduk santai menikmati hasil dari para pejuang. Justru kita mengemban tugas yang lebih berat yaitu mempertahankan dan mengembangkan hasil yang diperoleh oleh para pejuang. Tentu perlu kamu renungi hal apa saja yang telah kamu berikan bagi negara Indonesia tercinta ini,” Tegasnya (Miskawi).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here