Pelajar SMU Favorit Tabrak Lansia

0
585

Kecelakaan antara pejalan kaki dengan pelajar pengendara motor tanpa SIM kembali terjadi. Kali ini korban seorang perempuan usia 63 tahun warga Baluk yang sedang menyeberang jalan Kamis, 19/9 lalu tertabrak di Jl. Brawijaya sekitar Gapangan dari arah utara.

Tubuh korban terpental hingga di pinggir jalan dan segera ditolong petugas Kepolisian Laka Lantas dibawa ke RSUD Blambangan. Nyawa korban tertolong, namun naas kaki di atas lutut kiri dan kanan patah, sedangkan vonis dokter menyebut pergelangan kaki kanan harus diamputasi disebabkan setelah beberapa hari perawatan telapak kaki dingin mengindikasikan beberapa jaringan mati.

Adapun penabrak adalah siswa sebuah SMU Negeri favorit di Kecamatan Giri yang belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Sedangkan di sekitar lokasi kecelakaan tersebut tercatat beberapa kali kecelakaan terjadi bahkan kecelakaan tunggal yang mengakibatkan seorang siswa SMP meninggal dunia seketika. Jalan yang mulus dan lengang cenderung membuat pengendara mengebut padahal ada tikungan di utara gang Bakungan sehingga di daerah itu sangat rawan kecelakaan.

Riry Hariyani, kerabat korban mengatakan bahwa pihaknya tidak menuntut penabrak. “Orang tua penabrak sudah setuju untuk membiayai pengobatan De Nah,” ujar Riry.

Namun sayang, saat vonis amputasi dan rujukan ke RS Dr. Sutomo turun, keluarga penabrak berinisial NL menolak melanjutkan pembiayaan. Keluarga NL menganggap keberangkatan ke RS Karang Menjangan itu adalah inisiatif keluarga korban.

“Bapak NL bilang bahwa kami berangkat tanpa rujukan dari RSUD Blambangan,” jelas Riry.

“Kami bahkan dihubungi Pak NL mengundang sidang di kantor Laka Lantas hari Minggu (21/9),” tambah Riry mengungkap keheranannya.

De Nah, panggilan Riyanah merupakan Lansia yang tidak mempunyai suami dan anak. Pekerjaannya adalah buruh serabutan dan lebih banyak hidupnya ditopang oleh dua saudara perempuannya yang keduanya janda. Saat kejadian kecelakaan, Riyanah sedang menuju rumah adikknya untuk mengambil makanan.

“Kami sedang mengurus SPM dan BPJS untuk De Nah, sebab kami juga bukan keluarga kaya. Kami hanya berserah, dan berharap keluarga Pak NL tidak ingkar janji,” pungkas Riry.
(Indah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here