Perjalanan Jakarta Banyuwangi yang Mengesankan

    0
    40

    Sejak selesai sholat subuh pada hari Minggu pukul 05.00 WIB persiapan pulang ke Banyuwangi sudah saya lakukan. Sambil menunggu waktu selintas terbayang kembali jadwal kegiatan harian rutin bersama para murid santri yang sudah saya liburkan selama 2 pekan ini. Memang ada beberapa kali telfon dari wali santri menanyakan jadwal masuk maaf masih di Jakarta begitu yang saya informasikan. Rencana setelah dari Jakarta turun Banyuwangi, perjalanan ke Bali masih menunggu selesainya Pilkades serentak di Banyuwangi.

    Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 WIB, keluarga besar Siti Romlah- H.M.Ramdhan mempersilahkan kami makan pagi. Luarbiasa profesional cara kerja keluarga mereka ini. Hari Sabtu dari pagi-malam mereka menerima tamu. Minggu subuh semua pekerjaan sudah selesai dibantu keluarga besarnya juga seluruh karyawan catteringnya hajatan yang dilaksanakan sukses.

    Maaf menunya cuma ini kering kentang, daging rendang dan sayur cecek tholo serta sambal bajak dan krupuk udang ditambah dengan teh panas langsung membangkitkan selera makan pagi kami semua. Diselingi dengan beberapa diskusi kecil seputar peristiwa demonstrasi disenayan /Gedung DPR -MPR RI. Beberapa kali yang kami lihat saat masih transit di apartemen De Royale berhadapan dengan tempat kejadian. Maka suasana pagi semakin terasa hangat.

    Tepat pukul 07.00 WIB segera berpamitan pada tuan rumah dan seluruh keluarga besar yang masih tinggal disana. Era digital dan milenial terasa sekali dikota besar Jakarta ini. Jangan harap bisa menemukan alamat rumah ataupun alamat kantor dengan rute yang tepat jika tidak membawa perangkat lunak, dan dipandu google map maka berputar-putar tersasar dan berhadapan dengan polisi lantaslah yang pasti akan kita hadapi.

    Berkat jasa grab perjalanan kami dari Bekasi Jaya – Cengkareng hanya terlewati selama 1 jam dengan melewati beberapa tol sebagai jalan pintas tentunya. Suasana macet di ibukota tidak begitu terasa dengan jalur tol yang bebas hambatan mempersingkat jarak tempuh dan juga efisiensi tenaga..bahkan saya bisa menikmati perjalanan darat dengan istirahat /tidur diatas kendaraan.

    Penerbangan domestik Garuda Indonesia dijalur 3 gate 13. Sampai di bandara tepat jam 08.00 WIB, sesuai tiket pemesanan melalui traveloka yang ada ditangan segera masuk melalui beberapa pintu pemeriksaan baik untuk cek barang bawaan maupun yang ada di fisik . setelah lolos dan ada didalam tahapan antrean panjang untuk cek in pun saya jalani.

    Pukul 09.00 WIB. akhirnya setelah melalui proses yang panjang memenuhi semua persyaratan cek in dan menuju lokasi gate 13 penerbangan Garuda Indonesia tujuan Banyuwangi kami istirahat diruang tunggu yang cukup nyaman
    Beberapa pesawat yang akan terbang sesuai jadwal dan rutenya berbaris dan terparkir dihalaman dalam bandara.

    Sesaat ingatan kembali mundur di th 2013  saat masih harus bolak -balik Jakarta -Banyuwangi jadwal sebulan 4 X lewat jalur udara cukup melelahkan karena harus transit Surabaya dulu ganti pesawat kecil ke Banyuwangi itupun penerbangan hanya sekali. Dan bandara Blimbingsari masih sangat sederhana dengan sistim operasional yang tergolong sederhana sekali, waktu itu sama dengan bandara di Timika Irian Jaya.
    Saat pemanggilan penumpang segera menuju ke pesawat rombongan semua bersiap kembali berhadapan dengan petugas yang memeriksa KTP dan tiket- boarding past jalur ular ( kata Mbah kyai Hanan) kembali dilalui berputar berkelok-kelok , naik turun tangga lift dan akhirnya Banyuwangi. Banyuwangi. kebawah petugas memanggil penumpang tujuan Banyuwangi turun dilantai bawah dan ditunggu bus bandara mengangkut seluruh penumpang menuju pesawat yang ada dilapangan tengah hanggar. Lumayan jauh lokasinya 10 menit perjalanan dalam bus bandara dan sampai ditempat dekat pesawat tujuan Banyuwangi.

    Tanpa berlama-lama segera membawa ransel dan tas isi camilan kue yang dibawakan tuan rumah tadi pesawat didepan mata satu demi satu kami naik tangganya.  Saat menunggu di pintu pesawat sesaat Selfi dengan pramugari dan masuk ruang utama. Tampak seseorang yang wajahnya tidak asing dengan sorot mata tajam dan kulit bersih serta khas senyumannya menatap kearah saya spontan terucap kang Anas ya dan mbak Dani sambil menganggukkan kepala dan bersalaman dengan saya coba saya panggil kyai Hanan di depan saya ini pak kyai ada kang Anas dan ibu mereka pun berjabat tangan.

    Setelah selesai berjabat tangan saya ijin minta foto bersama dan ditanya dari mana saya jawab dari Bekasi ada acara keluarga saya pun pamit mencari tempat duduk yang ada dinomor penumpang 33C,33,H,33K. Setelah dapat kami menempatkan barang bawaan dikabin penumpang.
    Menunggu take of berbincang dengan salah satu penumpang bernama Cucuk asal dari Jajag Petaunan yang datang memenuhi undangan temannya di Jakarta.
    Rupanya Cucuk dan istri adalah pengusaha bakery yang juga memanfaatkan medsos untuk promosi usahanya. Sambil diskusi kecil tentang kondisi stabilitas negara juga Banyuwangi kususnya Saya salut dengan mas Cucuk yang notabene kehidupannya jauh dari dunia politik juga pemerintahan tetapi kalimat demi kalimat yang menunjukkan bahwa alumni UNMUH Malang jurusan akuntansi ini adalah juga warga negara yang sadar hukum.

    Untuk mengantisipasi rusaknya moral. Maka dalam upaya mengantisipasi krisis moral harus ada budaya dengan kearifan lokal yang diaplikasikan dalam masyarakat (Gandrung, Seblang, barong, keboan, jaranan, Hadrah dll) juga beberapa ritual adat ditiap desa sesuai pakem masing-masing.
    Perjalanan udara selama 1,5 jam diselingi dengan pembagian Snack oleh pramugari kapal tanpa terasa sudah diinfokan pesawat GI akan mendarat di bandara Blimbingsari 4o4rr SC mendarat di Blimbingsari-Ambarwati

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here