Festival Gandrung Sewu 2019

    0
    144

    Tarian kolosal Gandrung Sewu menarik perhatian ribuan tamu undangan dan pengunjung yang hadir di ajang yang digelar kali kedelapan ini. Mereka terkesima dengan keindahan garapan tari kolosal yang spektakular itu.  Festival Gandrung Sewu 2019 ini digelar rutin setiap tahun dengan panggung di atas hamparan pasir pantai Marina Boom , Sabtu ( 12/10/2019 ) menjadi atraksi yang yang menghipnotis para wisatawan lokal maupun mancanegara .

    Pergelaran seni ini dibuka dengan munculnya ribuan penari Gandrung dengan senyum yang khas dari bibir pantai . Hentakan musik dan alunan gending tradisional yang rancak mengiringi gerak ribuan penari Gandrung yang berselendang merah menyala. Variasi formasi tarian silih berganti ditampilkan dalam sendratari dengan property kipas yang bergoyang mengikuti irama gending bersambut gemuruh tepuk tangan ribuan penonton.

    Dalam sambutan pembukanya , Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas mengatakan “Festival Gandrung Sewu bukan hanya peristiwa biasa, tapi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan daerah.
    Anas menambahkan, Banyuwangi konsisten mengembangkan pariwisata berbasis budaya untuk menggerakkan ekonomi warga. Karena sektor kreatif inilah yang kuat dan mampu bertahan terhadap potensi resesi dunia. Sudah terbukti kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Banyuwangi menjadi motor bagi geliat ekonomi daerah.
    Untuk menjaga agar agenda pariwisata daerah terjaga keberlangsungannya, maka Banyuwangi Fesival kami buat peraturan daerahnya. Agar siapun kelak yang menjadi pemimpin Banyuwangi, kegiatan yang mengungkit ekonomi dan kreativitas rakyat ini akan terus berjalan,” ujar Anas. salah satu agenda tetap pariwisata daerah, Gandrung Sewu selalu tampil istimewa dengan tema-tema yang yang berangkat dari sejarah dan kisah perjuangan masa lalu. Tahun ini Panji-Panji Sunangkoro menjadi tema yang ditampilkan.

    Tema ini mengisahkan perlawanan prajurit pahlawan Rempeg Jogopati yang terus melakukan perlawanan terhadap Belanda. Mereka mendapat dukungan secara diam-diam dari Bupati Banyuwangi pertama, Mas Alit. Namun, dukungan ini terendus oleh VOC, dan Mas Alit dipanggil ke Semarang. Penjajah lalu melakukan langkah licik dengan menaikkan Mas Alit ke kapal berbendara VOC. Para prajurit yang sudah siap melakukan perlawanan di laut dengan membawa Panji Sunangkoro, begitu melihat kapal VOC melintas mereka langsung menyerang kapal tersebut tanpa tahu bahwa di dalamnya ada Mas Alit.

    Perlawanan gigih terhadap kolonial inilah yang divisualisasikan ribuan penari Gandrung dalam sebuah pagelaran seni kolosal ini.(Ilham Panji Blambangan)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here