HAPPY CAMP HIMARIESTECH TANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER

    0
    370

    Program Studi Teknologi Hasil Perikanan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Fisheries Technologi (Himariestech) Universitas PGRI Banyuwangi mengadakan agenda tahunan berupa perkemahan yang diselanggarakan di alam terbuka. Perkemahan tahun ini dilaksanakan di Pulau Tabuhan Banyuwangi. Meeting point dilaksanakan di Pantai Bangsring (7-8/12/19).

    HIMARIESTECH mengambil tema “Menjaga Pantai dan Mempererat Kekeluargaan Anggota Himariestech”
    Kesadaran akan kelestarian pantai dan menjaga lingkungan pantai terus muncul dan dipupuk oleh mahasiswa. Pulau Tabuhan Banyuwangi menjadi tempat perkemahan. Pemilihan lokasi karena Pulau Tabuhan merupakan destinasi wisata bahari yang saat ini cukup ramai didatangi pengunjung, di sisi lain pulau tersebut juga memiliki potensi alam yang cukup bagus dan harus dilestarikan.

    Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat banyuwangi dan mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan khususnya untuk menjaga lingkungan pantai agar ekosistem pantai tetap terjaga, mahasiswa diberi arahan oleh Dosen Pendamping yaitu Bapak Sulistiono yang sekaligus menjabat Wakil Rektor II di Universitas PGRI Banyuwangi dan Ibu Nadya Adharani yang juga sebagai Ketua Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas PGRI Banyuwangi.

    Bapak Sulistiono yang memiliki background keilmuan Biologi Laut memberikan arahan kepada mahasiswa agar dalam melaksanakan kegiatan happy camp tersebut betul-betul memperhatikan etika hidup di lingkungan terbuka. Selain arahan beliau juga memberikan materi pengenalan biota yang hidup di laut dan bagaimana menjaganya.

    Beliau menyampaikan pesan kepada mahasiswa.

    “Kita sebagai wisatawan harus menghormati dan menjaga lingkungan, jangan mengambil biota laut seperti bintang laut ke darat atau keluar air hanya untuk memuaskan nafsu foto-foto sementara kita menyiksa bintang laut tersebut,” Ungkap Sulistiono.

    Selain itu, Sulistiono menegaskan bahwa dalam melaksanakan kegiatan kemah juga harus mengambil sampah-sampah yang ada di Pulau Tabuhan agar pulau tersebut tetap bersih meskipun bukan kita yang meninggalkan sampah.

    “Ingat! Tujuan utama kita kemah di sini adalah menjaga lingkungan dan melakukan bersih pantai di Pulau Tabuhan, “tutur bapak yang sudah memiliki pengalaman diving di beberapa pantai di Indonesia.

    Kegiatan Happy Camp tersebut menghasilkan enam kantong plastik sampah anorganik yang ada di Pulau Tabuhan. Sampah-sampah yang ada di Pulau Tabuhan didominasi botol plastik dan ada beberapa botol kaca. Menurut pengamatan dosen pendamping dan mahasiswa ditemukan bahwa sampah tersebut sebagian berasal dari hanyutan dan sebagian berasal dari wisatawan. Sampah yang didapatkan dari Pulau Tabuhan diangkut ke darat oleh tim Happy Camp Himariestech ke daratan Bangsring untuk dilaporkan ke Kelompok Masyarakat di Pantai Bangsring.

    Harapan dari kegiatan tersebut adalah adanya edukasi kepada wisatawan bahwa sampah yang dibawa ke Pulau Tabuhan sudah selayaknya dibawa kembali ke darat agar Pulau Tabuhan tetap bersih karena pulau tersebut milik Bersama sehingga akan menjadi tidak nyaman jika rombongan lain yang datang ke pulau tersebut disuguhi sampah (Miskawi).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here