Warga Miskin Lolos dari Pantauan Pemerintah Desa Terkait dengan “Empuknya” Pundi – Pundi Bantuan Pemerintah

    0
    331

    BANYUWANGI, [ LB ] Yosomulyo, Aneka warna bantuan sering bergulir dari pemerintah pusat ke pemerintah desa, menjadi trend yang sangat di tunggu – tunggu bagi kaum ” Miskin “. Meskipun terkadang banyak yang sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya namun mereka punya hobby unik yaitu mau “Di miskinkan”. Itukah wajah para penghambat Program Nasional yaitu menuju negara maju, kapan Indonesia menjadi negara maju dan modern kalau rakyatnya masih berhobby ria dengan pemiskinan massal demi mendapat bantuan empuk dari pemerintah pusat. Dan yang sangat menyatat hati ada banyak orang yang di miskinkan mengatakan ” Halah duite negoro ae, duite negoro beno kelong”. Padahal kita tahu negara kita di ambang kehancuran, perekonomian morat marit hutang menggunung di China, menurut data menkeu terkini hutang negara sudah menembus angka 5.000 T, dan semua aneka empuk bantuan itu juga di ambil dari uang hutang itu, banggakah kamu yang selalu dapat bantuan empuk itu, ingatlah kelangsungan anak cucu kita 30 tahun ke depan akan menikmati negara banjir hutang.

    Mari kita yang punya akal sehat berpikir bagaimana kita bisa berperan aktif untuk menjadikan Indonesia negara maju tanpa ada kemiskinan dan pura – pura miskin supaya mendapat bantuan empuk itu. Hal yang sangat mengejutkan saat kami “Mlaku – mlaku turun langsung ke Desa Yosomulyo, Kamis 12/12/2019, banyak bantuan yang tidak tepat sasaran dan terkesan banyak permainan oknum tertentu.
    Banyak warga yang punya sawah, motor 2, hp semuanya Android, usia produktif tetap mendapatkan aneka jenis bantuan dan ironisnya banyak yang sudah jadi pengusaha dan punya mobil mewah masih menikmati pundi – pundi empuknya bantuan, Inilah yang namanya Pemiskinan massal dan pembodohan publik.

    Saat reporter ketemu salah satu warga sangat miskin dan lolos dari pantauan empuknya bantuan, miris sekali keadaanya, sebut saja Yu Ginem 50 th, warga Sidorejo Wetan RT 03 RW 01, Yosomulyo, Gambiran, menempati bantuan bedah rumah yang seraya tetap tidak layak huni itu , ukuran 3 x 3 meter dan tanpa ada penerangan, tiap malam hanya lilin untuk meneranginya. Hidup sebatangkara dengan banyak kekurangan, Untuk makan sehari hari mengandalkan di kasih sama orang – orang yang punya hati dan belas kasihan, kalau musim panen hari – harinya di habiskan “Ngasak” di sawah, mengambil sisa – sisa padi bekas panenan. Memang Yu Ginem agak kurang waras terkadang pikirannya Omyeng sendiri, tapi hidupnya tetap di lindungi oleh sebuah Konstitusi, dan menjadi tanggung jawab pemerintah sesuai dengan pasal 34 UUD 1945, Fakir miskin dan anak terlantar di lindungi oleh pemerintah.

    Yu Ginem pernah protes dengan bahasanya.
    “Wong kae sawahe ombo , omae apik entok ae beras karo duit, aku kok ra tau intok to Bek”
    ( memanggil Reporter Lensa Bek Rika ).
    Sabar Yu Ginem DesaYosomulyo sudah mempunyai Bapak Kades yang baru dan Insha Allah Yu Ginem pasti dapat.
    Nanti saya kawal.

    Saat Kades Yosomulyo Bapak Drs. Joko Utomo Purniawan di klarifikasi reporter ini mengatakan ” Kami akan mengupayakan keadilan di desa ini dan akan melakukan validasi ulang tentang bantuan yang serasa banyak yang kurang tepat sasaran, dan prioritas awal kami adalah mengupayakan bantuan ke warga yang miskin supaya dapat bantuan, ” Papar mantan kades Yosomulyo periode 2002 – 2007.

    Terima kasih Bapak kades kami siap mengawal program – program Bapak di desa tercinta ini supaya tepat sasaran.

    ( Reporter Rika )

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here