30 Siswa MTs Kalibaru Jalani Karantina Selama Satu Bulan

    0
    322

    Sebanyak 30 siswa – siswi dari kelas VII-A yang merupakan kelas unggulan di MTs Negeri 11 Kalibaru menjalani karantina. Karantina dilaksanakan di Madrasah yang beralamat dijalan Jember selama 1 bulan penuh yang dimulai tanggal 3 Februari – 3 Maret 2020 ini dalam rangka kegiatan English Training. Program tahunan yang diadakan oleh lembaga pendidikan dibawah naungan Depag, pada tahun ini diikuti oleh 16 siswa dan 14 siswi mendatangkan tutor atau tenaga pembimbing dari sebuah lembaga kursus bahasa Inggris Simple English Course dari Pare, Kediri.

    Selama mengikuti karantina, para peserta dilarang membawa gadget atau handphone dan mendapatkan materi dengan didampingi guru pembimbing.
    Abdul Qodir M. Pd.I. selaku ketua panitia kegiatan, program English Training bertujuan untuk mengenalkan, mempertajam dan memperdalam bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional pada siswa.

    Lebih lanjut, menurut pria yang juga merupakan tenaga pendidik di madrasah ini menjelaskan, bahwa program ini dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa tanpa mengesampingkan bidang akademik yang lain untuk bekal dimasa mendatang. “Siswa dari pagi sampai jam 9 malam mendapatkan materi bahasa Inggris. tentunya juga ada waktu untuk sholat, istirahat dan kunjungan orang tua/ wali murid, ” terangnya.

    Ahmad As’ad (20), sebagai tutor mengatakan, program yang disampaikan kepada peserta meliputi grammar, vocabulary, speaking dan materi bahasa inggris lainnya.

    “Setiap kita menyampaikan materi, kita langsung mempraktekannya bersama siswa, ” jelas pria kelahiran Samarinda, 29 April 2000 ini.

    Vera Ardianti Dwi Putri, yang juga merupakan pemateri menambahkan, metode pembelajaran yang disampaikan imbang antara materi dan praktek. Selain itu siswa juga wajib mengikuti program kegiatan yang sudah dijadwalkan. Antara lain, wajib mengikuti sholat 5 waktu berjama’ah.

    ” Setiap selesai sholat Maghrib dan Shubuh dilakukan mengaji Al Qur’an, dan pada hari-hari tertentu dilaksanakan sholat tahajud, ” kata gadis 19 tahun ini menjelaskan.

    “Dan nanti diakhir kegiatan ini, akan diadakan acara yang akan menampilkan bakat seni, MC, pidato dan lain sebagainya dari siswa yang semuanya menggunakan bahasa Inggris, ” imbuhnya.

    Salah seorang siswa mengaku sangat senang sekali dengan adanya kegiatan semacam ini. Bahkan ketika ditanya oleh tim liputan, dia bercita-cita ingin memiliki Pondok Pesantren yang tiap harinya menggunakan bahasa asing termasuk Inggris dan Arab.

    “Dengan kegiatan ini siswa diharapkan bisa memperdalam bahasa inggris yang nantinya pasti akan sangat dibutuhkan dan mampu menghadapi kemajuan zaman. Selain itu siswa bisa mandiri, dan terjadi keseimbangan antara pikiran dan batin, “harap P. Qodir.(Abe)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here