Camat Blimbingsari Siapkan 10 Tossa Grebeg Sampah

    0
    84

    Dengan tutupnya TPA Sampah Bulusan, Pemkab lakukan kebijakan tiap kecamatan punya sistem pengelolahan sampah yang bijak termasuk mengurangi penggunaan plastik, menjadi topik utama sambutan Bupati dalam teleconference di musrenbangdes/kelurahan dan musrenbangcam.

    Camat Blimbingsari Abdul Latif,S.Sos,M.Si saat ditemui tim monitoring Forum Banyuwangi Sehat (FBS) menyampaikan bahwasannya bareng Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Blimbingsari dan Pokja Sehat di 10 Desa, sudah sering turba.

    “Kami sampai mimiran terus memberi penyuluhan tentang pentingnya kebersihan dan kenyamanan dengan penuh kemakluman sesuai karakter penduduk dan demografi wilayah.¬† Untuk itu kami siapkan 10 motor tossa bagaimana sampah rumah tangga dan warung di 10 desa tiap hari terangkut ke TPA, bahkan¬† ada sampah kecamatan lain yang dibuang ke sini untuk win-win solution persampahan Kabupaten, ” ungkap Abdul Latif yang sejak ditunjuk jadi Camat baru di wilayah Kecamatan ke-25 Kabupaten Banyuwangi belum dimutasi ke wilayah lain dan masih numpang di Balai Desa Blimbingsari kantornya.

    Ia berharap FBS sinergi dengan FKKS bisa membina PKK dan Pokdarwis dan karangtaruna se Kecamatan Blimbingsari untuk mengelola sampah bisa jadi produk yang punya nilai tambah berikut pemasarannya.

    Soal tarif lesehan ikan bakar di Pantai Blimbingsari ia punya trik bareng pokdarwis agar tak merugikan pedagang dan tidak merugikan konsumen.

    “Bila resto bandara berapapun kan tak ada gejolak, bagaimana di lesehan viralnya karena rasa enak, sehat karena dipantau Puskesmas Badean, aman ada pos AL, pelayanan bagus dan kebersihannya, “ungkapnya.

    Soal pantai Ria Bomo dan galian C stafnya juga terus pantau. Kreasi bambu Gintangan terus didukung.

    “Yang sedang kami gagas, mengemas Patoman sebagai Desa Kebangsaan mempunyai Bazaar kuliner menyusul Watukebo di Patoman nantinya ada pojok babi guling. Secara pribadi memang kurang sreg sebagai muslim, namunkan harus mendukung potensi lokal yang punya peminat sendiri menu umum juga tersedia karena penduduk dan pengunjung muslim tetap mayoritas, ” sambungnya sambil ajak kami sarapan di kedai sebelah kantor kecamatsn.(Bung Aguk)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here