DOSEN UBI JADI RELAWAN COVID-19 DI BALI

0
441

Tenaga medis seperti Dokter, Perawat menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona atau covid-19 dan beberapa negara mengalami kekurangan tenaga medis. Bahkan ada negara yang mendatangkan tenaga medis dari negara lain untuk mengatasi menyebarnya wabah virus corona ini.  Indonesia sendiri untuk mengatasi keterbatasan adanya tenaga medis salah satunya dengan melalui KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI mengeluarkan surat perihal tentang Mobilisasi Relawan Mahasiswa untuk Penanganan COVID-19.

Terkait dengan kebutuhan tenaga medis tersebut, di respon positif oleh salah satu Dosen Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi untuk menjadi relawan covid-19 di Bali. Dosen tersebut adalah Bagiyo N, S.Kep, Ns, MH. yang memutuskan untuk menjadi relawan tenaga medis di pulau dewata tersebut. Bagiyo yang juga menjabat sebagai sekretaris Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan itu yakin dan mantap untuk bergabung dengan tenaga relawan disana. Mengingat Pulau Bali merupakan pulau dengan resiko yang cukup tinggi terjangkitnya virus corona itu tidak menyurutkan keinginan Pria yang pernah menjadi tenaga perawat di Arab Saudi itu untuk tetapa berangkat. Menurut Bagiyo Nugroho saat dihubungi jurnalis bahwa keberangkatannya di Bali tersebut sepengetahuan dan sudah ijin Rektor dengan inisiatif dan biaya sendiri.

“Ia biaya sendiri, Bismillah InsyaAllah resikonya sudah diantisipasi walau APD (Alat Pelindung Diri) disini seadanya, untuk Bali memang resiko tinggi, tapi sebagai petugas kesehatan dan garda terdepan saya tetap maju untuk membantu pemerintah dan mendukung program WHO untuk menekan penyebaran covid-19, “kata Bagiyo..

Pria yang bertempat tinggal di Muncar itu menjelaskan saat ini dia dan tim relawan lainnya ditempatkan di BAPELKESMAS (Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat) Jl. Gumitir Gg Anggrek No. 135 Kesiman Kertalangu Kecamatan Denpasar Kota Denpasar. Saya ijin Rektor dan merasa terpanggil untuk kemanusiaan. Adapun tugas yang dilakukan selama dua hari ini adalah melakukan pedataaan dan pengecekan suhu tubuh WNA dan WNI.

“Tugasnya mendata dan mengecek suhu tubuh (Thermal Body Scanner) ODP baik WNA atau WNI kemudian menyiapkan untuk karantina dan menyiapkan rujukan ke Rumah Sakit yang berstandar untuk penanganan covid-19, “Jelas pria yang hobi bulutangkis ini.

Lebih lanjut Bagiyo menerangkan bahwa tugas yang ia lakukan berada langsung dibawah PPNI dan Dinkes Bali serta bergabung dengan tim relawan TNI, POLRI serta Satgas covid–19.

“Kebetulan saya sendiri, langsung dibawah PPNI Bali dan Dinkes Bali, dan bergabung dengan relawan TNI  dan POLRI atau petugas kesehatan dari POLRI dan satgas covid-19, “terang Bagiyo.

Untuk standar kegiatan sendiri yang dijalankan, Bagyo menjelaskan bahwa kegiatannya selama di Bali mengacu pada standar WHO yakni 14 hari selama masa karantina ODP. Selanjutnya Bagiyo menambahkan untuk ODP (Orang Dalam Pengawasan) sementara ini berasal dari pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kapal pesiar juga mahasiswa yang sedang belajar dari Luar Negeri seperti Inggris dan Amerika dan juga WNA dari negara Italia yang melakukan transit ke Australia kemudian menuju Indonesia.

“ODP sementara ini para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di kapal pesiar, mahasiswa yang dari Luar Negeri Inggris dan Amerika dan juga ada WNA dari Italia yang transit ke Australia trus ke Indonesia, “tambah Bagiyo       

Di akhir perbincangannya dengan Jurnalis, dosen senior UBI tersebut berharap Indonesia harus menang melawan covid-19 seperti China yang saat ini sudah zero covid-19 dan tidak ada lagi korban jiwa.

Sementara itu dihubungi terpisah Rektor Universitas Bakti Indonesia Banyuwangi Dr. Haya, S.Hi, M.Pd.I membenarkan bahwa ada satu Dosen UBI yang berinisiatif sendiri menjadi relawan Covid-19 di Bali.

“Inisiatif sendiri, Yang WA saya hanya satu Pak Bagyo menangani WNA dari Italia, mohon do’anya semoga lancar, sukses dan selamat, “kata Dr. Haya. (Pras) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here