Askuri Warga Desa Sukojati Pemilik Gubug Reyot Akhirnya Dibantu Warga Desa Lain

0
195

Di tengah carut marutnya pandemi desease Corona /COVID 19 yang meluluh lantahkan segala aspek kehidupan manusia ini, masih ada warga Banyuwangi yang begitu peduli pada sesamanya.

Sujiono 47 warga Dusun Tapak Lembu Desa Temuasri Sempu Banyuwangi bersama rekan atau kawan kawanya yang terbentuk dalam satu wadah “KAUM BURUH” yang awalnya mengaku mengetahui lewat Facebook keberadaan Askuri 53 tahun RT. 03/02 warga Dusun Krajan Desa Sukojati Blimbingsari 23 April 2020, yang kemudian Suji dan rekan rekanya mendatangi rumah Askuri Jum’at 24 -04-2020, walhasil terjadilah kesepakatan bahwa di hari ini Sabtu 25- 04-2020 untuk pembangunan rumah Askuri yang ternyata sudah lama hidup sendiri itu.

“Saya tahu keberadaan Askuri itu melalui facebook, kemudian tergugahlah hati kami selaku kaum buruh untuk membantu sesama, “ungkapnya pada wartawan saat di lokasi .

Selanjutnya Sujiono juga menyatakan bahwa aksi solidaritas yang di lakoninya itu murni dari dana pribadinya dan juga rekan rekanya, dan juga aksi tersebut hanya sebatas membantu tidak ada tendensi apapun di balik aksinya itu.

“Hanya sebatas membantu tidak ada tujuan pingin terkenal apalagi politik,ini murni dari kami kaum buruh. “tegasnya.

Kemudian, saat di tanya oleh awak media Askuri mengaku sangat terharu atas kepedulian yang nyata itu dan iapun mengaku bahwa kerusakan rumahnya itu karena memang ia tidak punya uang untuk memperbaiki .

“Kesuwon pak purun mbantu teng griyo kulo niki mugi-mugi di gantosi ingkang luweh katah, artinya “terimakasih pak atas bantuan anda semoga di ganti rizki yang banyak lagi oleh tuhan, “ujar Askuri dengan polosnya.

Sedangkan ketika di tanya perihal mengapa dan bagaimana tentang gubug “reot”nya ┬áitu, ia mengaku karena saking susahnya ia memenuhi kebutuhan tiap harinya hingga tidak mungkin baginya merenovasi rumahnya tanpa bantuan dari orang lain.

“Medamel mawon kari repot ngeten ,nggeh. Mosok kiro kober ajeng mbecekne umah pak, “dengan dialek usingnya, maksudnya ” kerja untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari ini saja begitu susahnya apalagi untuk merenovasi rumah, “tegasnya.

Namun dengan adanya aksi itu, tidak menyurutkan harapan Askuri kepada pemerintahan desa Sukojatinya itu untuk memberi bantuan kepadanya agar rumahnya itu lebih layak lagi untuk di huni

“Saya kepingin pemerintah ada perhatian ke saya,mulai 2017 rumah saya ini saya ajukan ke pak RT dan kedesa namun sampai sekarang tidak ada realisasinya, “imbuhnya.

Sementara ketua Rt. 02 dusun Krajan Miftahul Huda berkomentar yang senada dengan yang di ucapkan Askuri bahwa memang pengajuan bedah rumahnya Askuri telah di ajukan melalui musyawarah dusun (musdus) dan musyawarah rencana pembangunan desa (mesrengbangdes).

“Ya betul itu memang sudah di ajukan mulai tahun2017 hingga sekarang ,ya melalui musdus dan musrengbangdes, ” terangnya.(Ilham Sodiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here