KISAH DIBALIK CORONA

    0
    243

    Banyuwangi, 1 Juni 2020 Lelaki tua itu termenung memandang HP ditangannya, sesekali mendesah dan melihat jauh dengan tatapan kosong. Matanya berkaca kaca. Suara gemericik hujan diluar membuat udara semakin dingin. Istrinya datang meletakkan teh hangat disampingnya.

    “Minum dulu tehnya pak, ” kata istrinya.
    “Bagaimana ini bu, anak – anak tidak bisa pulang, padahal bapak sudah kangen sekali, ” katanya sambil menghela nafas.
    “Mau bagaimana lagi pak. Lebaran tahun ini karena Corona mereka tidak berani pulang, selain bisa menularkan corona kekita, sama pemerintah juga tidak boleh mudik karena kan kita sudah tua rentan terhadap penyakit, ” istrinya menyahut

    Pak Mahmudi namanya umurnya sudah 73 Tahun, orang lebih mengenal dengan nama Pak Seng Kompor, karena kesehariannya reparasi kompor yang rusak di Jalan Dr Sutomo 19 Perliman Banyuwangi.

    Anaknya lima perempuan dua dan laki laki tiga, cucu ada sebelas sedang cicit 10, kalau berkumpul “nglumpuk rame nang omah, ” katanya.

    Anaknya ada yang di Jombang, Surabaya dan Malang. Terdengar suara HP berdering, Pak Seng langsung mengangkat HP dan menerima telepon.
    “Video call ae nduk, ” kata Pak Seng. Dengan senang sekali Pak seng dan Bu Seng berbicara dengan anak serta cucunya.

    Tahun ini rasanya hambar biasanya bisa makan ketupat bersama, ke makam ziarah, jalan jalan kerumah saudara dan rekreasi bersama. Meskipun begitu Alhamdulillah meski hanya lewat Video Call hati sudah senang sekali.

    “Tombo kangen, ” katanya sambil tersenyum.

    Semoga Pandemi Covid 19 yang melanda dunia cepat berlalu. Sehingga semua bisa beraktifitas seperti sedia kala.(Tarhami)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here