Silaturahmi di Sekertariat Ikawangi Dewata Bali Cabang Badung

    0
    98

    Masih dalam suasana lebaran Idul Fitri ,hari Senin 01 Juni 2020 bertepatan peringatan hari lahirnya Pancasila tepat jam 16.00 WITA tepatnya di jl. Karang Tenget no 16 X Tuban-Badung bersebelahan dekat markas TNI -AD berkumpul beberapa pengurus Ikawangi Dewata Bali Cabang Badung, yang secara kebetulan saling silaturahmi lebaran dikantor sekertariat, sekaligus merangkap kantor CV jasa konstruksi ,instalatir listrik dan jasa servis ac milik Ir.Eko Mujianto.

    Lelaki asal Kediri berusia 48 th, yang merupakan suami dari ibu Masina/mama Nia 44 th perempuan asli kelahiran dusun Gebang desa Warengan kecamatan Singojuruh ini benar-benar sosok pekerja keras yang tangguh, hijrah ke Bali dengan modal tekad dan semangat yang tinggi berusaha mulai dari nol tanpa kenal lelah menekuni usahanya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sebagai lulusan insinyur teknik banyak peluang yang bisa dikerjakan berhubungan dengan proyek pengembangan industri wisata di Bali yang sesuai dengan CV yang dimilikinya, yang bergerak dibidang jasa kelistrikan dan servis ac, sampai saat ini memiliki beberapa orang karyawan tetap dan tidak tetap.

    Sore itu reporter lensa bersilaturahmi dikediaman beliau tepat dibelakang kantor sekertariat yang ditemui oleh istrinya.

    “Bapak masih keluar sebentar ditelfon dulu, ” dengan mempersilahkan masuk di kantor sekertariat IDB Cabang Badung.

    “Mohon ditunggu masih ada proyek di Bukit/Jimbaran,” begitu penjelasan mama Nia yang sangat ramah dan selalu tersenyum dengan suara lembutnya,kelihatan kalau bu Eko ini seorang yang sabar dan santun.Waktu terus berjalan seiring menunggu pak Eko datang disuguhkan kue khas lebaran dan juga hidangan sore yang nikmat bakso sapi masih panas.

    Sambil menikmati suguhan, datang ketua IDB Cabang Badung bersama wakil sekertaris (Nanda) ,disusul dengan kedatangan wakil ketua Departemen Sosial (Mami Sandra) asli kelahiran Boyolangu yang berdomisili di Patoman Blimbingsari bersebelahan dengan Bandara. Suasana sore tambah hangat dengan serunya gesah/obrolan seputar program IDB Cabang Badung yang disampaikan pak Eko fokus di 2 hal yaitu, Penguatan organisasi sosial budaya dan Penguatan pemikiran SDM /pemberdayaan perempuan.

    Ada yang penulis tanyakan bapak asli Kediri, sementara menjabat ketua Ikatan Keluarga Banyuwangi apa tidak ada problem di internal organisasi ini, karena sudah 6 th dipertahankan oleh warga Banyuwangi di Kabupaten Badung menjadi pemimpinnya dengan tersenyum beliau menjawab.

    “Awalnya Saya ini hanya simpatisan di Ikawangi kemudian mau bergabung dan diberi amanah diajukan dan dipilih sebagai ketua di Badung dengan pertimbangan istri saya orang Banyuwangi dan saudara, temannya juga banyak yang minta tolong kalau ada permasalahan kepada saya, ,”tuturnya.

    Pengurus NU Kabupaten Badung ini rupanya tidak main -main dalam berorganisasi , sebagai kader NU beliau ini telah menyiapkan kader2 militan yang sudah banyak menduduki pos penting baik dipemerintahan atau di organisasi NU sendiri, semisal Banser, Anshor, Fatayyat, Muslimat juga beberapa tenaga guru disekolah jenjang Madrasah Ibtidaiyyah, Tsanawiyah, Aliyyah semua kader didikan NU. Sebagai Sekjen NU Kab. Badung yang telah dilepasnya, sekarang beliau menjadi wakil ketua NU Cabang Badung.

    Keseriusan dalam membesarkan organisasi adalah ciri gaya kepemimpinan pak Eko, mulai dari tingkat bawah, tengah, atas semua dikuasai dengan matang, sehingga kalau muncul pergesekan/dinamika disitu sudah ada langkah antisipasi yang konkret. Mempelajari kekurangan dan kelebihan dan mau menyesuaikan dengan kemampuan adalah prinsip idealismenya, hal itu juga disampaikan nanda dan mami bahwa kesadaran berorganisasi awalnya karena senang kemudian dijalankan dengan penuh semangat sesuai tupoksi masing-masing tidak akan salah dan hasilnya baik begitu pendapat kedua pengurus tersebut.

    Tanpa terasa jam 20.00 WITA diselingi sholat magrib maka diskusi organisasi yang hebooh terus berlanjut dengan disampaikannya bahwa Ikawangi Dewata Bali Cabang Badung sudah berperan aktif diprogram mudik lebaran warga perantau Banyuwangi dengan dapat bantuan pemkab Badung Bupati Giri prasta berupa armada angkutan penumpang sejumlah 8 bis jika dirupiahkan @ Rp11.000.000 yang sudah 3 th ini berturut2 diterimanya, juga berdirinya Yayasan Sekolah Islam MTs di kab.Badung kepsek Sulaimi M.Pd, serta program bantuan warga NU terdampak covid 19 kab.Badung, Pengumpulan Zakat dan penyaluran Zakat warga IDB Cab.Badung, Masyarakat perantau pesisir Donganan berupa bantuan sembako oleh bidang sosial IDB, serta santunan yatim duafa program anak asuh IDB Cab.Badung.

    Menutup diskusi malam, keluhan terakhir adalah siap menerima masyarakat Banyuwangi yang belum daftar sebagai anggota untuk membantu dan mengantisipasi jika muncul masalah diperantauan/Bali, serta siap bermitra dengan pemda Banyuwangi terkait masalah kependudukan warga perantau di Bali domisili kab. Badung yang ber KTP Banyuwangi untuk pendistribusian Bantuan bentuk apapun masa covid 19, perantau banyak kena PHK tdk bisa pulang juga tdk punya penghasilan harus menghidupi keluarganya ini perlu dibantu. Terakhir pesan dari pak Eko kepada krue lensa, jika ada teman2 dari Banyuwangi ke Bali, dengan senang hati kami pengurus IDB Cabang Badung siap menerima kedatangan baik kunjungan resmi/tidak resmi, kelompok atau perorangan disekertariat (info rencana touring krue lensa BWI ke Bali penulis sampaikan jika sudah siap). Di akhir diskusi sambil memberikan bungkusan hasil laut tangkapan mami berisi cumi2 segar kisaran 5 kg sebagai buah tangan bagi penulis, Alhamdulillah semoga semangat dan jiwa kepemimpinan pak Eko ada yang siap meneruskan, terus belajar, berbuat, manfaat bagi ummat..(Ambarwati Soenarko)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here