Ritual Seblang Olehsari Tetap Dilaksanakan dengan Sederhana di Tengah Pandemi Covid 19

    0
    86

    Ditengah pandemi Corona Covid-19 Upacara adat Seblang Olehsari yang merupakan ritual pengusir pagebluk dan dipercaya sebagai ritual pensucian diri dari segala kesalahan yang dilakukan selama setahun , juga dipercaya sebagai penyembuhan terhadap wabah penyakit. Bagi masyarakat desa Olehsari Kacamatan Glagah Banyuwangi tradisi ini telah berjalan selama puluhan tahun, sebagai tradisi turun temurun setiap tahunnya diawali hari jumat atau senin pada minggu pertama bulan syawal. Tidak seperti biasanya untuk tahun 2020 ini dilaksanakan dengan standar protokol Covid-19 didampingi petugas kesehatan berpakain hazmat standar Covid-19 pada ritual adat Seblang Olehsari desa Olehsari Kecamatan Glagah Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 29 Mei 2020.

    Joko Mukhlis Kepala Desa Olehsari, mengatakan melalui proses panjang musyawarah dan berkomunikasi dengan tokoh adat Olehsari, sesepuh, tokoh masyarakat dan pihak terkait tetap melaksanakan ritual Seblang dengan menggunakan standar protokol covid-19, lebih lanjut Joko menghimbau kepada semua masyarakat terkait mewabahnya pandemi Covid-19, agar seluruh masyarakat mematuhi himbauan Bupati Banyuwangi, yang dihimbau agar melakukan kegiatan Fisical Distancing, Social Distancing, selalu pakai masker dimanapun berada, sering cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, makan makanan yang bergizi serta selalu menjaga kebersihan lingkungan.” himbaunya.

    Tradisi turun-temurun masyarakat suku Osing yang dilaksanakan setiap hari Raya Idul Fitri yang dipercaya dapat terhindar dari wabah pagebluk itu, tetap digelar saat Pandemi dengan menerapkan protokol Covid-19.

    “Pelaksanaan Seblang Olehsari ini dimaksudkan untuk mengusir energi negatif yang menimbulkan penyakit / pagebluk bagi seluruh warga Olehsari khususnya dan Banyuwangi pada umumnya, “kata Joko.

    Tidak seperti biasanya upacara adat Seblang Olehsari diikuti berbagai lapisan masyarakat desa dari anak-anak hingga para sepuh. Namun dalam pelaksanaan tahun ini ditengah wabah corona upacara ini dilaksanakan amat sederhana tidak seperti biasanya, dilaksanakan oleh dua puluh orang yang dipimpin oleh Ketua adat sebagai pemimpin ritual dengan dikawal satgas / petugas berpakaian hazmat desa Olehsari , sambil melakukan pembacaan mantera merupakan bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Menurut Andri Mohammad Idris , 50 tahun, tokoh adat Olehsari ” Tradisi Seblang Olehsari merupakan ritual adat tahunan yang digelar setiap bulan Syawal. Tradisi ini dipercaya warga dapat mengusir segala penyakit dan keburukan dari Desa Olehsari, ” katanya.

    Berdasarkan hasil musyawarah, tahun 2020 ini ditengah wabah corona ini dilakukan secara sederhana, ritual hanya melakukan upacara inti, diawali selametan tumpengan di makam buyut Ketut seperti biasanya kamis malam jumat 28/5 sehari sebelumnya.

    “Seblang Olehsari sebagai sarana bersih desa juga bertujuan untuk mengusir wabah penyakit yang disebut pagebluk, jadi momen sangat pas dengan keadaan saat ini, ” kata Idris.

    “Tradisi ini sudah turun temurun. Kami sebagai pewaris leluhur masyarakat Olehsari berkewajiban melaksanakan weluri leluhur ini , “katanya.

    Sementara menurut H. Eko Sukartono, Ketua Panitia ” Kami tetap mentaati arahan pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Tapi ritual ini juga menjadi ikhtiar kami untuk melawan penyebaran Covid-19 sehingga kami hanya menggelar ritual inti saja,” kata Eko.

    Di tengah pandemi, tradisi ini tetap dilaksanakan, masyarakat Olehsari tidak berani meninggalkan adat weluri leluhur tapi kami juga tetap mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap menjaga protokoler kesehatan untuk pencegahan covid- 19.

    “Kami jaga jarak dan menghindari agar tak terjadi kerumunan masa, Makanya kami selenggarakan dengan sederhana, hanya diikuti 20 orang , prosesi tarian seblang dan ider bumi ditiadakan, namun bila wabah sudah mereda dan kondisi normal seperti sedia kala pasti kami akan menebus untuk melaksanakan adat Seblang Olehsari dengan urut-urutan lengkap seperti biasanya, “pungkas Eko Sukartono.(Ilham Triadi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here