Salah Satu Warga Grogol Terlantar Tidak Miliki Tempat Tinggal Pasti

0
136

Menyikapi permasalahan warganya Kepala Desa Grogol Kecamatan Giri Banyuwangi Samsul Aripin angkat bicara, bahwa “kek Ali” yang bertempat tinggal di Rt 02 Rw 02 ,85 tahun warga Dusun Krajan itu, di ketahui dulu pernah mendapatkan bantuan berupa program Bedah Rumah, namun terjadi pertengkaran interen keluarga antara kek Ali dengan cucunya yang berinisial MTK sehingga kek Ali terpaksa keluar dari rumah yang telah di Bedah Rumah itu.

Singkat cerita “kek Ali ” beserta 2 cucunya yang berinisial MTR dan JN di tempatkan di rumah “Asnan ” yang berada di Rt 02 Rw 02 itu pula selama 3 tahun dengan tanpa di pungut uang sewa dengan catatan kek Ali mau merawat rumah tersebut, setelah 3 tahun berjalan sebenarnya pihak dari pemilik rumah “Asnan” sudah menawarkan kepada kek Ali untuk membeli rumah itu seharga 18 hingga 20 juta, namun kek Ali dan kedua cucunya tersebut masih belum punya uang untuk memenuhi kesepakatan pembelian rumah itu.

“Kemudian di jualah rumah itu kepada orang lain, akhirnya kek Ali di pindah tempatkan oleh ketua Rt Andhon ke kediaman pak “Bus” selama 1 tahun, “jelas Samsul Aripin kepada wartawan.senin 8 juni 2020.

Selanjutnya hal senada di ungkapkan oleh ketua Rt Andhon saat di konfirmasi awak media di rumahnya dan malah lebih gamblang penjelasan dari pak Andhon ini , di ketahui dari ungkapanya , yaitu bahwa sebenarnya warga dan masyarakat beserta pemerintahan Desa sudah menyiapkan lahan untuk kek Ali dan cucunya, cuma permasalahnya Kek Ali dan cucunya lagi lagi belum punya uang untuk membeli rumah “junjung” untuk segera di realisasikan pada tempat yang sudah di sediakan oleh pihak Desa Grogol beserta warga itu,

“Sampon enten tempate hang ajenge di panggeni mas.cumak niki tasek kesulitan biaya tumbas grio kang bade di junjung niku, tapi insaalloh niki kulo pon sepakat kaleh remaja masjid, warga, lan kaleh kepala desa, kersane urunan di damel tumbas grio niku, “Clotehnya dengan logat osengya.

Namun masih katanya, sebenarnya untuk mensiasati keadaan sementara ini dengan di jualnya rumahnya pak Bus itu pihaknya mengaku untuk menempatkan sementara kek Ali dan cucunya di rumah yang ada di sebelah masjid tempatnya sebelum ada pembelian rumah junjung yang mau di beli. Selanjutnya di rumah ditempatkanya kek Ali dan cucunya itu, Masturi selaku cucu ke 3 dari kek Ali mengatakan jika dirinya enggan berpindah dari rumah pak “Bus” yang di ketahui mau di jual oleh pemiliknya itu, karena menurutnya ia belum punya uang untuk beli rumah untuk di junjung ke tempat yang sudah di sediakan warga dan pihak desa,juga iapun menolak jika di tempatkan sementara di rumah yang di katakan Andhon ketua Rt itu

“Geh kulo mboten puro, kulo niki tiang mboten gadah ajeng tumbas grio angsal pundi arto, nggeh maleh kulo mboten poron pindah pindah terus, “Artinya “saya tidak mau karena saya ini orang tidak punya dari mana saya dapat uang untuk beli rumah, ya saya jugagak mau pindah pindah terus, ” Paparnya pada wartawan.
(Ilham Sodik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here