Menyambut New Normal Para Pelukis Banyuwangi Menggelar Kegiatan Melukis on the Spot

    0
    75

    Menyambut pra kondisi new normal pariwisata Banyuwangi, empat pelukis menggelar kegiatan melukis on the spot untuk kali keempat. Mereka melukis langsung di lapangan (on the spot) model Dewi, dengan peraga keranjang bak penjual jamu.

    Kegiatan empat pelukis dimotori oleh Slamet Sugiono dan N. Kojin , Windu Pamor, dan S. Yono saling memainkan kuas dan palet dengan pada masing-masing kanvas mereka, di sebuah sanggar, ‘Langgar Art’ di kelurahan Sobo kecamatan Banyuwangi, Senin (27/6/2020).

    On the spot kali ini begitu istimewa karena dihadiri dan di suport langsung oleh maestro pelukis Banyuwangi Mozes Misdi ( 82 tahun) dan S. Yadi. K ( 62 tahun ) dua orang yang sudah menjadi suhu dan begitu menginspirasi para pelukis Banyuwangi lainnya , keduanya secara terus menerus memberi suport kepada para yuniornya yang masih berproses mengokohkan jati dirinya, dengan melukis seorang model cantik Dewi duduk diam berpose tersenyum membawa property keranjang jamu. N. Kojin mengatakan, kegiatan ini merupakan momen yang luar biasa.

    Mengadakan acara demo lukis disuport langsung dua maestro pelukis berkelas nasional bahkan Internasional. Sekaligus dalam rangka persiapan pembukaan pra kondisi new normal pariwisata Banyuwangi.

    ”Banyuwangi memiliki banyak ikon untuk dijadikan obyek melukis. Kami juga berencana melukis dengan model-model yang lain secara kontinyu untuk saling bantu lewat hasil lelang lukisan di tengah pandemi korona. Tak hanya itu, mereka melakukan atraksi melukis on the spot, yang nantinya akan dilelang untuk kemudian hasilnya akan diberikan untuk penanggulangan COVID-19, ” tambah Kojin.

    Lukisan itu nantinya akan dilelang dan hasil lelang seluruhnya akan di sumbangkan ke Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Banyuwangi. Selain atraksi melukis on the spot dan lelang lukisan.

    “Kami membantu sesuai kemampuan. Kemarin mencoba menjual lukisan tetapi masih sulit. Ini kami juga bekerja sama dengan Imam Maskun lewat bendera Gen Art untuk menyediakan bantuan, ” kata S. Giono.

    “Tema penjual jamu dalam rangkaian perupa peduli covid 19 yang ke 4 dalam pra kondisi new normal bertujuan menguatkan imunitas khususnya pekaku seni adalah penting untuk menjalani new normal. Pariwisata Banyuwangi telah memberikan wadah bagi para seniman untuk terus berperforma dan berproses untuk melahirkan karya-karya monumental yang mengenalkan seni, budaya dan pesona alam Banyuwangi,“ ujar S. Giono.

    Lebih lanjut S. Giono mengatakan, meskipun kegiatan ini hanya even kecil, tapi memiliki kualitas dan ajeg. Hasil lukisan para seniman ini rencana akan dilelang dan didonasikan untuk peduli COVID-19.

    “Masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan jika ingin pandemi segera usai. Termasuk dengan tetap berada di rumah dan menggunakan masker saat keluar,” pungkasnya. (Ilham Triadi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here