Para Perupa Banyuwangi Adakan Pameran Online dengan Tema “The New Normal”

    0
    278

    Untuk Mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Tiga puluh enam pelukis yang tergabung dalam Forum Perupa Banyuwangi ( FPB ) melakukan pameran secara online. Dalam pameran lukisan terbarunya mengemukakan tema ‘The New Normal’

    Tiga puluh enam pelukis diatas plus tiga pelukis sebagai tamu undangan yakni Maestro Pelukis Nasional dari Banyuwangi Mozes Misdy , 83 tahun, S. Yadi K , 62 tahun dan pelukis tamu lainnya seniman undangan Dr. Edi Sunaryo M.Sn staf pengajar ( dosen ) S-2 Penciptaan Seni ISI Yogyakarta, kelahiran Banyuwangi 69 tahun lalu, menganut berbagai macam aliran seni lukis . Karya – karya lukis mereka pun banyak menjelaskan kisah-kisah individual dan tentang alam, tradisi dan seni budaya Banyuwangi dalam beragam komposisi yang dipenuhi emosi dari dalam diri sang pelukis.

    Bali merupakan daerah dari 34 provinsi di Indonesia yang telah berada di fase mitigasi dengan kasus selesai mencapai 75%. Menariknya Bali daerah juga merupakan pusat pasar seni lukis di Indonesia. Daerah ini dapat menjadi contoh dalam menyusun strategi untuk seni rupa dapat survive di masa pandemi.

    Sebagai sekaligus seniman S. Yadi K. juga setuju bahwa adanya pandemi ini harus dihadapi dengan positif dan penuh harapan. Melihat sejarah masa lalu, berdasarkan pengalamannya di tahun 1998 pada krisis ekonomi, Balai Lelang justru ramai dengan kolektor dan bahkan harga karya pada saat itu masih cukup tinggi dibandingkan tahun 1997. Sama halnya dengan menghadapi Covid-19 ini, pemilik galeri memiliki lebih banyak waktu untuk merecovery karya-karya yang sudah lama tidak terpelihara dan menata kembali ruang pameran sehingga lebih nyaman. Adanya pembatasan sosial dan berkumpul pada saat ini akan mengembalikan esensi dalam menikmati sebuah karya, jlenteh S. Yadi.

    Menurut Ketua Pelaksana pameran online,
    Benediktus Hendro Widodo M.Sn mengatakan bahwa dalam kondisi pandemi Covid -19 seperti sekarang, pelaku seni perlu menemukan langkah baru untuk memberikan kemudahan dan menjamin keberlangsungan seni.

    Selaku ketua pelaksana, saya ingin mengucapkan beribu-ribu rasa terima kasih kepada para peserta dan panitia yang telah berjuang dan mencurahkan segenap tenaga, waktu, serta pikiran untuk mensukseskan agenda pameran online ini dengan tema THE NEW NORMAL.

    Tidak lupa juga saya sangat mengapresiasi jika tanpa usaha dan kerjasama yang baik, maka agenda pameran online ini tidak akan berjalan dengan lancar. Sekali lagi terima kasih yang paling mendalam dari lubuk hati. Masalah pada akses seperti adanya lockdown akan membatasi perkembangan industri seni dan menjadinya galeri kering. Kemudahan akses akan mendorong setiap pelaku seni untuk tidak skeptis dalam menghadapi pandemi. Yang dapat dilakukan saat ini adalah banyak mengembangkan seni melalui internet/daring dengan tidak mengurangi informasi yang diberikan. Perlu juga untuk memperkaya sejarah karya dari artis sehingga memberikan informasi yang lengkap ketika seni disuguhkan dalam media online, ungkap Ben Hendro.

    Pameran lukisan online ini diharapkan menjadi salah satu . Pada masa pandemi Covid-19, hampir tidak ada penjualan karya dari para seniman. Pemanfaatan platform digital akan menjadi metode baru untuk dapat menghubungkan artist dengan buyer. Penting juga dalam menambah nilai dari suatu karya dengan memperkuat story telling yang orisinil. karya yang lebih menarik akan menambah nilai dari pameran karya itu sendiri. Ini akan sangat relevan diterapkan pada masa pandemi saat ini maupun post Covid-19 mendatang. The New Normal yang akan diberlakukan di Indonesia. Selain itu pameran ini juga mengajak kepada para seniman dan pencinta seni untuk berapresiasi lewat visualisasi karya-karya sesuai dengan persepsi dan imajinasi dalam merespon The New Normal khususnya di Indonesia.

    Harapan kami pameran on line ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat dunia dan para penikmat karya. Semoga sukses untuk seniman Banyuwangi.
    Sekian, dan terima kasih, pungkas Ben Hendro

    Sementara menurut, Sigit Purnomo Adi, S.Sn.,M.Sn. Dosen Prodi Seni Rupa Murni, FSRD UNS Surakarta yang juga Kurator Independent saat mengkuratori lukisan-lukisan yang dipamerkan dalam media online ini,” *The New Normal* merupakan tema untuk sebuah ajang pameran seni rupa lewat media online yang akan diselenggarakan dalam rangka menyambut datangnya The New Normal, “kata Sigit.

    Pameran seni rupa yang digagas perupa Banyuwangi memilik tujuan untuk merespon The New Normal. Pameran ini juga sebagai catatan untuk mengingat The New Normal yang akan diberlakukan di Indonesia. Selain itu pameran ini juga mengajak kepada para seniman-seniman khususnya seniman-seniman seni rupa untuk merasakan, mengamati dan mengekspresikan lewat visualisasi karya-karya sesuai dengan persepsi dan imajinasi dalam merespon The New Normal khususnya di Indonesia. Kurator berharap peserta pameran ini dapat menampilkan: 1) karya dengan tema The New Normal, 2) karya yang berorientasi pada semangat untuk memasuki The New Normal, yaitu karya yang mengandung gagasan maupun ide dalam merespon The New Normal yang divisualisasikan dalam media seni lukis, 3) karya yang memiliki isi dokumentasi, saran, ajakan, menunjukkan kreativitas baru dan segar dalam aspek bentuk, ide dan gagasan mengenai The New Normal dalam bingkai seni lukis.
    Kami berharap pameran seni lukis ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas dan para penikmat karya dalam mengapresiasi berbagai karya-karya seni lukis dalam merespon The New Normal, ungkap Sigit.

    Adapun pameran lukisan online diselenggarakan Hari/tanggal : senin, 20 juli sd 20 agustus 2020 Tempat : media online Acara : pameran seni rupa online.(Ilham Triadi)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here