Latihan Manajemen Dakwah BKPRMI Wirausaha di Era New Normal

    0
    206

    “Guru ngaji selain ibadah melalui mengajar juga harus beribadah melalui wirausaha. Guru ngaji juga harus hidup sejahtera,” begitu motivasi yang diberikan Hj. Ipuk Festiandani (4/7) di TPQ Sunan Kalijaga. Lebih lanjut, Ipuk sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi mengajak ratusan guru ngaji se Kabupaten Banyuwangi untuk lebih bijaksana memandang persoalan anak dan remaja.

    “Masalah kenakalan remaja, kita tidak bisa menyalahkan guru sekolah maupun guru mengaji. Harus dilihat juga latar belakang keluarganya,” ujar Ipuk sebelum membuka Latihan Manajemen Dakwah yang diadakan oleh DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia ,(BKPRMI) Banyuwangi.

    Ipuk juga mengajak ustad-ustadzah sinergi dengan PKK yang juga menyiapkan generasi muda sejak balita di bidang kualitas kesehatan. KiaiĀ Achmad Basori, penaung Pondok Pesantren Nurul Qur’an menyambut baik kegiatan ini dan berharap peserta mendapat manfaat dalam pengajaran. Materi dalam pelatihan ini diawali TOSS, pelatihan olah sampah dengan sistem Tempat Olah Sampah Setempat. Dalam dialog dinamis yang dimoderatori Indah dari Jaringan Radio Komunitas Budaya Blambangan dan Bung Aguk dari Forum Banyuwangi Sehat, peserta meminta pemerintah turut mendukung terlaksananya TOSS yang selain memiliki nilai pelestarian lingkungan juga memberi manfaat ekonomi bagi mereka.

    “Kami berharap Pemkab mau mendukung agar program ini berjalan,” pinta Slamet Muhlisin, peserta dari Glagah yang langsung ditanggapi positif oleh narasumber.

    “Kami siap membantu komunikasi dengan berbagai pihak terutama dengan Desa,” ujar Kepala Bappeda DR. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono.

    Pesan dari Yayan-panggilan akrabnya, guru ngaji maupun pengelola pesantren/TPQ harus meningkatkan kualitas diri dan lembaga agar menarik pihak-pihak terkait untuk membantu.

    “Tunjukkan dulu punya apa, lalu tawarkan untuk mengajak warga lain dan tunjukkan bahwa Anda layak untuk dibantu,” tuturnya.

    Acara Latihan ini juga menghadirkan praktisi Enterpreuner, Novian Dharma Putra dan aktifis pengolah sampah Dian Oblek untuk berbagi kisah. Kegiatan ditutup dengan perumusan Rencana Tindak Lanjut yang menjadi program BKPRMI DPD Banyuwangi.

    Dalam kesempatan LMD yang memperhatikan SOP protokol kesehatan ini juga menampilkan taushiyah virtual oleh Ust Affan dari DPW BKPRMI Jatim dengan topik menumbuhkan fitrah diri menuju peradapan ummat.

    “Karena beliau tinggal di zona merah maka tim IT kami yang melayani untuk pesan sampai ke mujahid Qur’an, ” ujar Ketua panitia Ust Achmad Zakariyah yang sehari-hari pengasuh di Ponpes Safinda. (Indah CC)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here