BKPRMI GANDENG TOSS ATASI SAMPAH BANYUWANGI

    0
    117

    Dilema pengelolahan dan pembuangan sampah di Bayuwangi yang tempat pembuangan akhir utama ditutup,jadi problem pelik kota festival. Hingga perwilayah dituntut inovatif.Sampah adalah masalah bersama hingga tak hanya jadi tanggungjawab pemerintah.

    Hal ini disikapi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRM) dengan menggandeng PT. Comestoarra Bentara Noesantara yang punya sistem Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) yang berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat.

    “Kami awali sosialisasi di TPQ Sunan Kalijaga Wongsorejo dengan menghadikan 150 guru ngaji utusan 25 Kecamatan dengan harapan pengurus kecamatan dan remaja masjd bisa silaturahim ke muspika dan kades dengan bumdesnya bagaimana sampah jadi berkah.Saat itu hadir Ketua Tim Penggerak PKK, Kepala Bappeda dan Kadis KoperasiUMKM!” ujar Ketua BKPRMI Achmad Sururudin, SE.,  yang sehari-hari ASN di Bagian Pemerintahan Setkab Banyuwangi.

    Sosialisas TOSS di aula kecamatan kota, Jumat (14/8) dimoderatori Sekcam Sri Widiano, SH.,  hadirkan segenap lurah dan anggota DPRD HM Basir menukik nyata reaisasi 6 titik TOSS bersumber dari PAK APBD 2020 dan jasmas per titik bisa menampung sampah 4-5 kelurahan bahkan kelurahan kecamatan lain hingga sampah pasar,kantor dan rumah di kota tak sampai diangkut truk keluar kecamatan.nilai lebihnya lagi bisa jadi ladang ekonomi kreatif karang taruna, ” tegas Camat H.M. Lutfi, S.Sos, M.Si. pada media lensabanyuwangi.com di arena Pameran Antik yang digelar di halaman dan gazebo kantornya.

    Sementara itu narasumber Ida Bagus Ari, SE jelaskan TOSS merupakan prestasi anak bangsa.setelah jawara start up energi terbarukan PLN, juga menang di Australia dan Spanyol. Hingga negara seperti Jerman yang sedang punya program pendampingan di pelosok negeri gandeng TOSS untuk sumber energinya. Seraya putar video, putra Klungkung ini jelaskan tanggal 1 September Wapres Dr. H. Makruf Amin akan memberangkakan Tim TOSS ke NTT.

    “Dan 6 September akan demo alat di Banyuwangi.harapannya DLH dan dinas terkait serta para camat serta aktivis lingkungan hidup yang bergerak di solusi sampah bisa dialog dan bergandeng tangan untuk wujudkan kebersihan kota yang berdaya guna, ” ujarnya dengan senyum.

    Ditambahkan oleh koordinator Penggerak TOSS Banyuwangi asal kelurahan Kertosari yang beristrikan perempuan Tembokrejo Muncar, Abdul Makki,

    “Proses pengelolahan sampah sistemnya bisa jadi solusi tanpa tinggallkan sampah. Diawali sampah satu ton tanpa dilpilah dimasukkan ke alat dari bambu melalui proses payeumisasi tinggal setengah ton, lalu dengan alat bisa dibuat UMKM lokal sampah pilah sendiri jadiah palet semacam briket seprapat ton yang bisa jadi pengganti gas elpiji atau arang untik masak dan bakar. Juga bisa untuk sumber listrik se kampung serta sisa abunya bisa untuk pupuk organik, ” jelasnya penuh semangat sembari sebut narahubungnya 082141623898 bagi yang butuh info maupun mengundangnya gesah sembari ngopi.(Bung Aguk)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here