DISPORA BANYUWANGI ZIARAH KEBANGSAAN KEPEMUDAAN

    0
    81

    Dalam rangka memperkuat dan menumbuhkan semangat nasionalisme, Dinas Pendidikan dan Olahraga mengadakan Ziarah Kebangsaan Kepemudaan. Acara dilaksanakan mulai tanggal 11-15 September 2020 (13/09).

    Ziarah Kebangsaan dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi Zen Kostolani di halaman Kantor Dispora.

    Ziarah Kebangsaan’. Program yang diperuntukkan bagi para pemuda Banyuwangi ziarah ke makam para tokoh besar. Makam tokoh besar yang diziarahi adalah makam proklamator Ir. Soekarno dan Presiden keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

    Ada 50 pemuda yang ikut dalam ziarah kebangsaan yang tersebar di 25 Kecamatan. Hari pertama ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan hari kedua di makam proklamator Ir. Soekarno.

    Dalam sambutannya Zen Kostolani “Para pelajar diharapkan bisa menyerap keteladanan dari para tokoh yang diziarahi makamnya. Pemikiran dan kiprah para tokoh besar itu telah memberi bukti besarnya rasa kebangsaan,” Tegasnya.

    Zen Kostolani juga mengingatkan kepala seluruh Peserta untuk terus mengikuti protokol kesehatan.

    Hari pertama kunjuangan ke Makam Gus Dur sebagai “Bapak Pluralisme” yang patut diteladani seluruh bangsa. Kegigihan dan konsistensi Gus Dur dalam mengimplementasian nilai-nilai pluralisme, membela kaum minoritas dan orang-orang tertindas itulah yang menjadikan ketokohan Gus Dur diterima tidak hanya di kalangan umat Islam dan rakyat Indonesia, tetapi juga masyarakat dan tokoh non-muslim di berbagai penjuru dunia.

    Gus Dur merupakan satu dari sedikit ulama dan tokoh nasional yang konsisten memperjuangakan demokarsi dan toleransi beragama. Keteladanan itu di antaranya berupa sikap kebangsaan, ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan kebersamaan. Keteladanan Gus Dur itu kian relevan untuk menyikapi

    Tanggal 13 September 2020 acara dilanjut Ziarah ke Makam Ir. Soekarno. Kunjungan diawali dengan mengunjungi Perpustakaan Bung Karno dan dilanjut menuju makam serta pembacaan Tahlil yang di ikuti oleh seluruh peserta ziarah Kebangsaan. Kemudian mereka menaburkan bunga di makam ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai dan sang ayahanda, Raden Soekemi Sastrodiharjo.

    Moh. Abdurrasodik (CongMad) salah satu peserta Ziarah Kebangsaan menyampaikan sangat senang karena kegiatan ini bisa menambah pengetahuan kita tentang para sosok pejuang kita, dapat menumbuhkan rasa kesadaran Kebangsaan dan belajar nilai-nilai keteladanannya, Ungkapnya.

    Acara ziarah dilanjut dengan diskusi dengan Narasumber Miskawi. S.Pd,. M.Pd dan Fajar Isnaini. SE,.MM.

    Miskawi menyampaikan generasi terkini paling tidak diharapkan lebih mengenal akan sosok pejuang kita dan apa saja yang telah dilakukan dalam perjuangan merebut kemerdekaan serta peletak dasar negara. “Minimal agar anak-anak kita tahu dulu siapa Bung Karno, Gus Dur , apa yang telah beliau lakukan dan untuk selanjutnya pemahaman tentang nilai, sejarah dan ajarannya mengenai kebangsaan,” ujar Ketua FPK sekaligus Dosen Uniba.

    Dengan melakukan ziarah kebangsaan, Fajar Isnaini Wakil Ketua ISNU menegaskan pemuda bisa lebih memahami sejarah bangsa. Banyak pesan untuk kita, khususnya amanat bagi generasi muda. Ada peran strategis generasi muda untuk menggelorakan semangat gotong royong dalam perjuangan mewujudkan kesejahteraan di negeri ini. Kalau Bung Karno sudah membawa Indonesia menjadi merdeka, tugas kita hari ini meneruskan perjuangan. Ayo terus konsisten bekerja agar bisa membahagiakan bangsa Indonesia. Ayo kerja keras berjuang memerdekakan hatinya Bangsa Indonesia. Berjuang mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” Tegasnya (Miskawi).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here