Audiensi Bupati Banyuwangi dengan Seniman dan Budayawan Difasilitasi oleh Dewan Kesenian Blambangan (DKB).

    0
    115

    Banyuwangi dikenal ke dunia internasional dalam kurun sepuluh tahun belakangan ini adalah capaian tidak main-main. Kekayaan seni dan tradisi budayanya ternyata berhasil memikat orang diseluruh buana. Cita-cita membangun pariwisata, yang digarap profesional setidaknya telah membuahkan hasil. Tiba-tiba berdiri hotel-hotel bertaraf internasional di Kabupaten Banyuwangi Juga agenda tahunan sejumlah event seni. Tempat-tempat wisata dan kuliner dibangun, dibocorkan lewat internet. Booming wisata ini melonjak fantastis. Tiba-tiba Banyuwangi terkenal. Ini menjadi fonomena yang bikin penasaran pemerintah pusat. Kok bisa?

    Setidaknya itulah benang merah yang disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu, (16/9), di Pendopo Kabupaten Banyuwangi. Acara audiensi bupati dengan seniman dan budayawan ini difasilitasi oleh Dewan Kesenian Blambangan (DKB). Tak kurang lima puluh seniman dari pelbagai disiplin hadir. Ketua DKB Hasan Basri dalam sambutanya menegaskan, bahwa budaya Banyuwangi, disadari atau tidak, mulai membanggakan. Kalau dulu kita merasa canggung dan malu memakai udeng, kini perasaan itu lenyap berganti bangga. Sekarang orang pakai udeng di jalan sudah biasa. Tidak dianggap aneh lagi.

    of

    “Ini artinya apa, ada perubahan mental dan karakter rakyat Banyuwangi seiring dengan citra positif, bahwa sebetulnya seni dan budaya Banyuwangi telah berdiri sama tinggi dengan seni budaya manca negara. Kesenian Gandrung tampil memukau di luar negeri. Diplomasi budaya inilah, yang telah dirintis Bupati Abdullah Azwar Anas. Kini siapa yang tak tahu Gandrung Sewu ?” tandas Hasan Basri. Gandrung Sewu telah menjadi ikon Banyuwangi yang fenomenal.

    Tiba-tiba ada musibah pandemi Covid-19. Membuat kehidupan berjalan tidak normal. Tak hanya pelaku seni yang terkena dampak.

    “Oleh sebab itu dalam kesempatan ini kita sinergikan, mencari jalan keluar yang tepat tanpa harus mengabaikan protokol kesehatan, “ujar Bupati Abdullah Azwar Anas.

    Beliau juga menambahkan semuanya tidak bisa berjalan, tapi membuat lompatan besar untuk mencapai dunia. Memang tidak umum, atau anti mainstream dalam menggapai cita-cita. Bekerja tak dibatasi jam masuk kantor. Dipacu untuk terus membuat prestasi. Maka syukur Alhamdulillah apa-apa yang selama ini dicita-citakan membuahkan hasil. Walau tak ada gading yang tak retak.

    Dialog dengan Pak Anas selaku Bupati Banyuwangi menjadi penting setelah sekian lama Dewan Kesenian Blambangan seperti mati, tak ada aktivitas sama sekali. Kedepan, telah kita agendakan kegiatan seni yang menunjang penghidupan seniman. Pak Anas menyadari atas penderitaan seniman akibat pandemi. Belakangan wabah virus Corona tidak menurun malah meningkat. Banyuwangi masuk zona merah. Samsudin Adlawi yang juga hadir dalam acara itu mengharap peran DKB ke depan lebih maksimal.

    Banyuwangi bisa seperti sekarang ini juga peran serta Kementerian Pariwisata yang sudah ikut andil besar mempromosikan kemanca negara seharusnya ditulis juga. Pak Arief Yahya orang Banyuwangi sangat membantu capaian tersebut, membranding budaya Banyuwangi dilakukan oleh beliau dibeberapa sarana transportasi utama dikota-kota besar diluar negeri terutama bandara nasional dan  internasionalnya,  juga beliau mengirim utusan duta seni Banyuwangi menggebrak masyarakat luar negeri yang sebelumnya tidak mengenal Banyuwangi menjadikan Banyuwangi satu tempat tujuan mereka untuk berlibur. (Fatah Yasin & Aik Abro)

     

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here