MANIS KUNINGAN, PENUTUP HARI RAYA DI BALI, PANTAI MUNGGU DI PENUHI PENGUNJUNG

    0
    86

    Minggu, 27 September 2020 tepat manis Kuningan sebagai hari raya penutup dari rangkaian hari raya Galungan – Kuningan yang berlangsung 10 hri lamany, merupakan simbol menangnya dharma/kebaikan, melawan adharma/kejahatan.

    Ritual upacara yang menjadi bagian dari hari raya Galungan – Kuningan itu tidak semudah dan semurah yang dibayangkan. Semua tradisi yang menjadi budaya bagi masyarakat Bali khusus agama Hindu memang tidak mudah dihilangkan/ditiadakan begitu saja.

    Kepercayaan terhadap sekala/ niskala serta adanya hukum karma ,membuat masyarakat Hindu di Bali begitu taat dan patuh untuk melaksa- nakan upacara keagamaannya, baik perorangan maupun kelompok .

    Hal tersebut memang sudah ditanamkan sedini mungkin,terlihat semua ummat yang sembahyang di merajan / pure, melibatkan seluruh anggota keluarganya termasuk anak-anak. Jika hari raya manis kuningan, pantai biasanya jadi sasaran utama para pengunjung dan pedagang kaki lima/ukm.

    Salah satunya adalah pantai Munggu, terletak di desa Seseh. Jika dari arah jalan  by pas tanah lot, diperempatan trafich light pohon beringin besar belok kiri, ikuti jalan besar sampai  pantai, kurang lebih jarak tempuhnya 500 m, jangan berbelok ke kanan, karena dari pertigaan 100 meter ke depan ada pantai Seseh.

    Pantai Seseh terdapat situs Ratu Mas Cakti berupa makam yang dikelilingi para pengikutnya. Di Pantai Munggu, sore itu Minggu,27-09-2020 banyak pengunjung yang datang untuk melihat matahari terbenam juga refresing dengan menikmati jajanan pasar dan bakso serta minuman es degan.

    Tak kalah menariknya di area pinggir pantai yang ditumbuhi rumput hijau dengan Kilauan pasir hitamnya dihempus angin sepoi2, membuat badan ingin rebahan berjemur matahari sore. Di sebuah tempat yang biasanya disewa untuk party berupa resto terbuka dengan panggung hiburan musik akustik mulai memperdengarkan suaranya.

    Menyapa pengunjung dengan ucapan selamat hari raya Kuningan ,serta peringatan aturan protokol covid- 19 agar dilakukan. Melatar belakangi laut yang biru dengan ketenangan ombaknya,banyak pengunjung anak2 yang bermain layangan dari stereoform berbentuk kapal 2 -an.

    Dibelakang pengunjung terlihat berderet para pedagang makanan dan minuman yang menerima berkah dari mereka yang kelaparan dan kehausan. Masuk ke pantai Munggu, cukup membayar tiket @1000,- per pengunjung, dipos pintu masuk yang dijaga beberapa petugas dari desa / klian Banjar setempat. Yang juga menerapkan aturan protokol bagi pengunjung.

    Ditengah pandemi seperti ini, menurut pak Roni pedagang bakso asli dari desa Segobang Licin, “Alhamdulillah rejeki tetap ada dan malah tambah ramai dengan jualan dipinggir pantai seperti ini, “katanya.

    Menurut ibu Zulfi, pedagang sosis dan kentang goreng yang diserbu anak2, ini berkah walaupun masih ada musibah.

    Bali sebagai penyumbang PAD yang terbesar bagi negara, saat ini merasakan dampak kemerosotan ekonomi. Tidak ada pengunjung, tidak ada pemesanan sama sekali berbagai usaha konveksi, juga buruh, pegawai. Semoga pandemi ini cepat berlalu, sehingga semua bisa tersenyum dan kembali beraktifitas sesuai dengan kewajaran .

    Jangan lewatkan waktu luang untuk refresing dengan cara murah dan praktis, sehat. Kunjungi pantai Munggu, nikmati ketenangan dan juga kuliner serta hiburan musik akustik bawalah seluruh keluarga untuk menikmati Alam dan marilah hidup dengan budaya sehat, sehingga semua semangat juga kuat. (dari pantai Munggu, Badung Ambarwati-Widodo Soenarko.)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here