Warga Gembolo Berorasi Dihalaman Kantor Desa Purwodadi Tuntut Tower Jangan Dibongkar

0
93

BANYUWANGI – Adanya penyegelan yang dilakukan PolPP Banyuwangi ditower milik PT. Tower Bersama, sejumlah warga Dusun Gembolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, mendatangi kantor desa dengan membawa sepanduk dan berorasi menginginkan tower telekomunikasi tetap ada Kamis, (08/10/20)

Aksi itu, dilakukan sebagai bentuk dukungan atas pendirian tower yang ada di kampungnya. Puluhan warga itu berorasi mendukung adanya tower dilingkungannya.

Menurut Ridwan Koordinator warga dilingkungannya butuh sinyal maka mereka mendukung adanya pengembang yang menawarkan tower didirikan dilingkungan gembolo barat.

“Sebenarnya kita hanya ingin menyampaikan ispirasi terkait tower tentang krisis sinyal didaerah kami.” Terangnya.

Ridwan menambahkan, “Kami memang tidak memiliki kapasitas perizinan, tapi kami hanya mendukung adanya pendirian tower tersebut. Karena, banyak warga yang membutuhkan manfaatnya,” terangnya.

Ridwan bersama warga sekitar menggelar aksi untuk meminta kepada Pemerintah Desa untuk bisa tegas. Bahkan, bisa menengahi agar tidak terjadi adanya pertengkaran di tengah masyarakat, sebelumnya pihak tolak tower datang ke desa dan berharap tower dibongkar karena tidak ijin lingkungan.

“Saya berharap supaya kejadian yang mengancam kerukunan warga, membuat kondisi tidak baik ditengah masyarakat, pemerintah desa lebih tegas mengambil keputusan kebijakan dan penanganan. Agar tidak terjadi perpecahan ditengah masyarakat seperti yang dulu.” Ucap Ridwan saat ditemui.

Mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan Mbolo Kulon Damai Anti Provokasi dan sejumlah poster yang berisikan dukungan adanya pendirian tower tersebut. “Aksi ini dilakukan untuk mendukung pendirian tower,” ujar koordinator warga, Ridwan

Plt Camat Gambiran, Budhi Susanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan mediasi bersama. Warga hanya meminta untuk menjaga kondusifitas di wilayah Gembolo. “Memang selama ini, Gembolo memang sering ada perselisihan,” katanya.

Budhi menjelaskan, pihaknya sebenarnya tidak mengetahui proses perizinan tower tersebut seperti apa dan sejauh apa. Karena, selama ini pihaknya belum mendapatkan info soal ijin tersebut.

“Pertama kali mau mendirikan tower memang pihak tower kesini mas tapi selanjutnya bahkan sampai sekarang tidak pernah lagi memberi tahu apa ijin sudah ada atau belum ada, ” Jelasnya.(Agus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here