Forum Pegiat Sosial Adakan Dialog dengan Tema “Peran Pegiat Media Sosial Dalam Promosi Wisata Lokal”

    0
    89

    Forum Pegiat Sosial adakan dialog dengan tema “Peran Pegiat Media Sosial Dalam Promosi Wisata Lokal” yang diselenggalarakan di balroom Hotel Ketapang Indah Banyuwangi Kamis, (15/10/20) yang diiringi juga dengan Kentrung Metra Panji Kelana dari Surabaya.

    Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dan INEWSTV dengan dihadiri oleh Dinas Komunikasi dan Informatnalika Kabid Komunikasi Publik Edi Supanji, MM., Kepala Disbudpar Banyuwangi Y. Bramuda, kepala Dinas Kemeninfo Kabupaten Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang, juga para pegiat medsos dan pelaku wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutannya perwakilan Kepala Dinas Kemeninfo Jatim dari Kabid Komunikasi Publik Edi Supanji menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara peringkat nomor 6 terindah di dunia dan semua itu tidak lepas dari promosi wisata melalui media sosial yang ada.

    “Indonesia adalah negara peringkat nomor 6 terindah di dunia dan semua itu tidak lepas dari promosi wisata melalui media sosial yang ada, “tutur Kabid Komunikasi Publik ini.

    Kemudian acara dialog ini sekaligus dibuka oleh Kabid Edi Supanji dengan narasumber Y. Bramuda dari kepala Disbudpar Banyuwangi, Ibu Rohimah pelaku wisata lokal Banyuwangi, dan M. Ilham Ridlo Pegiat Media Sosial Banyuwangi yang selama ini mempromosikan wisata Banyuwangi melalui medsosnya.

    Dialog ini dipandu oleh Meyrinda Tobing dari INEWSTV dari grup MNCTV. Bramuda mengatakan dalam pandemi covid 19 ini memukul semua bidang usaha yang ada sehingga pariwisata di Banyuwangi memiliki 4 target yang dilakukan yaitu, spending of money, menambah jumlah wisata, live of stay, dan atraksi yang ada.  Maka langkah yang dilakukan adalah dengan sertifikasi hotel, restoran, dan destinasi wisata serta promosi untuk memberikan kepercayaan hotel di Banyuwangi tetap exis.

    “Banyuwangi memiliki 4 target yang dilakukan yaitu, spending of money, menambah jumlah wisata, live of stay, dan atraksi yang ada.  Maka langkah yang dilakukan adalah dengan sertifikasi hotel, restoran, dan destinasi wisata serta promosi untuk memberikan kepercayaan hotel di Banyuwangi tetap exis, “tutur Bramuda.

    Rohimah selaku pelaku wisata dari biro perjalanan wisata bluetama mengatakan saat ini peluang dan tantangan pengembangan wisata lokal dapat dianalisa dampak dari pandemi pada perubahan prilaku pariwisata, yaitu jaminan aman, sehat, di segala lini dari tour guide dan semua pelaku wisata untuk meyakinkan bahwa pelayanan wisata aman. Kemudian wisatawan mencari destinasi wisata terdekat, cenderung berwisata tidak harus di destinasi tetapi juga tinggal di hotel, vila atau homestay, dan transformasi digital pegiat sosial harus banyak.

    “Saya berharap kepada pegiat sosial untuk virtual tour untuk promosi wisata di Banyuwangi melayani wisata dengan protocol covid, “harap Rohimah.

    Sedangkan M. Ilham Ridlo dari Pegiat Sosial Banyuwangi 24 Jam mengatakan bahwa sekarang ini pegiat medsos lagi giat mengampanyekan berwisata dengan protocol kesehatan sehingga orang-orang liburan di Banyuwangi saja.

    “Sekarang ini pegiat medsos lagi giat mengampanyekan berwisata dengan protocol kesehatan sehingga orang-orang liburan di Banyuwangi saja, “ungkapnya.

    Kemudian acara dilanjutkan dengan dialog dengan dibuka 2 pertanyaan yang disampaikan oleh Agus dari pegiat media sosial, dan bung Aguk dari pemerhati wisata dan media komunitas lokal yang menanyakan bagaiman media lokal dan seniman okal juga ikut dilibatkan dalam pengembanfan destinasi wisata.(AM)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here