PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW. 1442-H, DIWARNAI TRADISI KEMBANG ENDHOG, DIKAMPUNG BUNGA CANGGU BALI DENGAN MENGUNDANG JAJARAN PENGURUS IDB BADUNG

    0
    176

    Kampung Bunga, demikian nama komunitas para pedagang bunga dan jasa, berkaitan dengan usaha jual-beli, sewa dan garap taman, landscap, maintenance garden dan sebagainya.

    Ahmad Kusayi/Fery Ahmad, pria kelahiran desa Gumuk Tamansari, Kecamatan Licin Banyuwangi berusia (45 th) didampingi istri setianya Kutiah yang memberikan 3 anak, sore itu selaku tuan rumah menerima tamu dengan ramahnya.

    Lokasi Kampung Bunga di Jl. by Pass Canggu-Tanah Lot tepatnya depan SMP Pancasila masuk k edalam gang arah selatan jalan sejauh 50 meter.

    Dilokasi tampak berjajar hiasan perayaan Maulid alla tradisi Budaya suku Osing, yaitu pohon pisang lengkap dengan tandan buah yang ranum siap konsumsi, berbalut dengan rangkaian kembang endhog kurang lebih 100 ( hiasan bunga telur dari bahan kertas krep dan batang bambu/tusuk sate dibalut Kertas emas diisi sebutir telur rebus dalam plastik.

    Selain hiasan diatas, diwadah piring juga disiapkan buah pisang Ambon, pisang Berlin, pisang susu juga kue pisang goreng, donat, apem, kucur, wajik dan minuman, serta kerupuk yang digantung ditiap pojok atap rumah.

    Tidak heran jika ditempat pak Fery ini banjir pisang, usaha dagang buah pisang juga dijalaninya, sama seperti PELANGI JAYA LANDSCHAP usaha yang sudah dirintisnya sejak th-2008 di BALI. Sebenarnya usaha ini sebelumnya juga sudah ditekuninya di Banyuwangi, berpatner dengan pemerintah seperti DKP juga lainnya.

    Anggota Komunitas Kampung Bunga ini 150 KK, dibawah pembinaan Fery Ahmad dan Kunaidi dalam Majelis Taklim Jam’iyah Al-Hikmah selama 4 th ini.

    Didahului dengan salam, pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari IDB Badung (Yuni Ambarwati S.Pd). Ketua MT, (Fery Ahmad,) dilanjutkan dengan ceramah (Ustazd Khoironik). Mahlull Qiyam, sholawat badar, doa penutup.

    Sebenarnya pengurus IDB Badung masih dalam perjalanan, sehingga diwakilkan pada Pengasuh Kampung Santri Bali yang saat itu hadir dengan 30 santri dan orangtuanya. Dalam sambutan IDB Badung diberikan pujian pada KB, dimasa pandemi bisa mengadakan peringatan Maulid dengan meriah dan juga protokol covid-19 tetap dilakukan.

    “IDB Badung sebagai lembaga sosial di masyarakat juga harus menjalankan 3 yelnya (siap mengabdi, njenggirat tangi, seduluran selawase) yang didasari keikhlasan, ” pungkasnya.

    Tuan rumah asli Banyuwangi menyuarakan syair sholawat dengan fersi syiiran Banyuwangi, diikuti seluruh undangan. Saat ceramah disampaikan oleh ustazd Khoiron, menjelaskan filosofi Kembang Endhog dan jodhang yang hanya dimiliki oleh suku Osing.

    Pembagian konsumsi berupa nasi Soto dan juga berkat yang dihias dengan wawaeka/bunga telur saat itu jadi bagian terunik. Setelah ditutup doa, undangan pun mengucapkan terimakasih kembali kerumahnya. Ada yang pulang juga ada yang datang, tepat pukul 21.00 WITA, rombongan pengurus Ikawangi Dewata Badung jumlah 40-an masuk diketuai oleh koordinator korlapnya H. MATKHA NURUL HADI.

    Beliau yang selama ini menguatkan dan menggerakan barisan Korlap Badung. Salah satunya Ahmad Fery sebagai Korlap Canggu/Tibu beneng. Dan malam itu, sesi kedua berkumandang lagu legendaris Umbul-umbul  Blambangan karya almarhum Andang CY/ Basir Noerdian, dengan kompak ibu-ibu DPP Badung dan semua korlapnya juga pengurus Harian KSB turut semangat.

    H. Eko Mujianto pun mengucapkan terimakasih pada tuan rumah, dengan sambutan dan suguhan, meskipun malam terus berlanjut suasana hangat dan akrab, yaitu diperkenalkannya masing-masing undangan yang baru bergabung di IDB Badung.

    Hari itu, selasa 20-11-2020 tepat jam 23.00, seluruh pengurus Ikawangi Dewata Bali, Kabupaten Badung, pulang membawa berkat berupa, sesisir pisang, kembang endog, nasi lalapan, jajan pasar, serta keramahan warga Kampung Bunga yang tidak bisa lepas dari ingatan.

    Rasulullah, pernah berkata pada para sahabatnya kelak akan ada mahluk yang paling mulia bertanya 4 sahabat tersebut, siapa ya Rasull dijawab oleh Baginda Nabi Mereka yang tidak mengenal dan melihatku, tetapi mereka Mencintaiku dialah Umatku.

    Warga Kampung Bunga Canggu, Keluarga Ikawangi/IDB BADUNG, Kampung santri Bali yang malam itu berjumlah 200 orang. Semoga apa yang sudah dijanjikan Nabi akan menjadi syafaat bagi kita sekalian diyaumil akhir.

    Marhabban Ya Maulid Rasul, Cinta padaMu, adalah kerinduan Kami. Dari Kampung Bunga Canggu,(Ambarwati Soenarko)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here