Upacara Adat Tradisi Serabi Sewu dan Makan Kerawu Cukulan di Dukuh Kelembon Singonegaran Banyuwangi

    0
    70

    Upacara adat tradisi Serabi Sewu dan Makan Kerawu Cukulan di selenggarakan oleh masyarakat Dukuh Kelembon Desa Singonegaran Kecamatan Kota Banyuwangi Minggu, (25/10/20) diiringi dengan musik tradisional angklung dari Warung Kemarang Tamansuruh Glagah.

    Dalam upacara adat ini dihadiri oleh ketua Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi (KOPAT) Wowok Meirianto dan para anggotanya, dr. Taufik Hidayat dari ketua tim sukses Paslon Bupati pasangan 01 dan jajarannya, tokoh-tokoh adat dari berbagai daerah di Banyuwangi sendiri dan warga masyarakat sekitarnya.

    Kegiatan ini diprakarsari tokoh ada Kelembon Budi Supiyanto yang merupakan tokoh seni tari di Banyuwangi  yang aslinya berasal dari Dukuh Talun Jeruk Glagah dan merupakan keturunan dari pendiri Seblang Glagah yaitu Syekh Jangkung Saridin.  Syekh Jangkung Saridin adalah penyebar Agama Islam di Glagah yang menggunakan seni budaya sebagai alat penyebarannya. Sedangkan Kalembuan sendiri merupakan daerah yang dulunya adalah tempat kandang lembu yang awal mulanya dibabat oleh Ki Buyut Kalijiwo yang makamnya masih ada di tengah perkampungan penduduk setempat.

    Ritual dimulai dengan jalan kaki dari jalan raya dengan mengiringi sebelang lanang dan perempuan dengan membawa tumpeng pecel pitik kerawu cukulan dan serabi sewu kemudian memutari makam Ki Buyut Kalijiwo Dalam sambutannya Budi Supriyanto yang saat ini menjadi tokoh adat Kalembuan mengatakan berterima kasih banyak kepada para pendukung sehingga acara ritual ini dapat terlaksana.  Kegiatan ini adalah dalam rangka untuk menolak balak dari berbagai penyakit dan bencana yang ada sehingga masyarakat dapat terhindar dari semua bencana yang ada apalagi pandemi ini.

    “Kegiatan ini adalah dalam rangka untuk menolak balak dari berbagai penyakit dan bencana yang ada sehingga masyarakat dapat terhindar dari semua bencana yang ada apalagi pandemi ini, “tutur Supri.

    Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh dr. Taufik Hidayat dan Tokoh adat Dukuh Glagah Sanusi yang saat ini terkenal dengan doa kebangsaannya.  Setelah berdoa kemudiaan makan bersama tumpeng pecel pitik dan kerawu cukulan dengan camilan serabi.  Dan acara intinya adalah memandikan sebelang lanang dan perempuan di sumber mata air yang ada di Kalembuan tersebut yang diawali oleh Budi Supriyanto, tokoh adat Dukuh, dr. Taufik Hidayat, dan ketua Kopat Wowo Meirianto.

    Sebelum memandikan tokoh adat Sanusi mengatakan bahwa Seblang itu diciptakan oleh Ki Buyut Jangkung Saridin awalnya adalah laki-laki atau Lanang, Seblang sendiri berarti Sengkolo balak belahi supyo ilang.

    “Seblang itu diciptakan oleh Ki Buyut Jangkung Saridin awalnya adalah laki-laki atau Lanang, Seblang sendiri berarti Sengkolo balak belahi supyo ilang, “ungkap Sanusi yang juga terkenal julukannya pak Prabu ini.

    Acara berakhir dengan didorongnya seblang lanang masuk ke sumber mata air Kelembon ini yang merupakan tempat membersihkan diri bagi warga Kelembon Singonegaran.(AM)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here