PENANAMAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI ,DENGAN BERBUKA BERSAMA, DI KAMPUNG SANTRI

    0
    103

    Menanamkan pendidikan karakter islami sebaiknya dimulai sedini mungkin,sejak anak dalam kandunganpun sudah seharusnya mendapatkan pendidikan tersebut.

    Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya, karena kemana bagaimana sifat dan karakter orang tua yang kesehariannya lekat dengan anak akan jadi contoh dan panutan utama.

    Dalam konsep masyarakat jawa,untuk hal menciptakan keluarga yang baik maka seorang anak dibekali ilmu dalam mencari pasangannya, dengan kalimat..Carilah jodoh yang jelas, Bibit, Bebet, Bobotnya (Keturunan, rupanya/wujudnya, kwalitasnya).

    Karena diyakini jika mendapatkan pasangan yang 3B nya ini baik maka untuk kedepan lahir generasi yang baik juga. Wallahu Alam.

    Untuk itu maka hukum islam mengajarkan kepada umatnya,bahwa penanaman karakter islami tergantung dari lingkungan batih/keluarga intinya terutama ibunya.

    Seorang ibu yang mampu mengkontrol dan menguasai keadaan apapun maka sudah pasti,bisa menciptakan kondisi yang harmonis bagi keluarganya.

    Dimulai sejak dalam kandungan, melahirkan, menyusui, membesarkan ,merawat dan mengasuh putra-putrinya bukan tugas yang ringan.

    Kampung Santri Bali, melalui kegiatan buka puasa bersama (sunah senin-kamis), mengajak santri dan wali santrinya belajar memulai dari hal kecil tentang penanaman karakter islami ini.

    Bukan hanya mempererat silaturahmi juga mengajarkan tentang sedekah,indahnya berbagi, serta tata cara makan bersama sesuai kaidah islam.

    Sikap tersebut disampaikan bukan hanya lewat lisan, tetapi langsung praktek ditempat. Adab berdoa adab sebelum makan, adab sesudah makan,praktek sholat semua dilakukan bersama ditempat yang dipandu ustazd Widodo.

    Begitu juga pengaturan tentang makan dan minum diberikan amanah kepada bunda wali santri, pengaturan minuman, snack kue,buah dan juga mie dan nasi.

    Keteraturan dalam adab makan dan minum ini sudah dijelaskan dalam hadist riwayat, Rasulullah menyampaikan, makanlah selagi lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

    Semua dilakukan sesuai dengan ajaran Rasululah. Begitu membatalkan puasa dengan minum air dilakukan sholat magrib berjamaah, dan dilanjutkan doa wirid bersama.

    Selesai berdoa dan bershalawat,maka persiapan membagikan konsumsi diatur oleh bunda affan, bunda sri, bunda lia.

    Minuman sari buah mangga,kue basah dan buah semangka dilanjutkan dengan pembagian mie goreng bagi anak santri,dan ifthor nasi bagi wali santri.

    Semua berjalan dengan tertib lancar.Selesai membagi konsumsi semua menikmati rejeki buka puasa sunah hari senin (23-11-2020).

    Peserta sholat jamaah magrib dan buka bersama berjumlah kurang lebih 50 -an. Hal ini istiqomah dilakukan dengan variasi menu berbeda yang semua berasal dari muhsinin.

    Antara lain :
    1.Bunda Moel/juice buah mangga&melon
    2.Bunda Abimanyu Bolu kukus
    3.Bunda Anin, Semangka dan thiwul
    4.Nenek Heni, mendoan
    5.Bunda Samsiyah Risoles, kue lapis
    6.Bunda yunie, kue dodol,air mineral
    7.Bunda bibi & Lisa mie goreng (15 cup)
    8.RPA bunda Aliffa (25 nasi cup).

    Untuk wali santri yang hadir juga dari warga sekitar, ada pak Nik, pak Pogot, pak Agus, pak Adila, pak Sahro.

    Kehadiran bunda wali santri memang lebih dominan ini yang menambah stimulus para santri untuk belajar berpuasa sunah meskipun baru belajar setengah hari.

    Pak Sahro selaku koordinator wali santri menyatakan saat ekonomi sulit seperti ini dibutuhkan kekompakan dan kerjasama yang baik antara santri, wali santri, masyarakat dan pengasuh. Agar bisa membawa dampak yang nyaman dan menenangkan serta menyenangkan bagi masyarakat.

    Belajar sedari kecil bagai mengukir diatas batu,belajar sesudah dewasa bagai mengukir diatas air. Karena itu mari kita menanamkan karakter islami yang menyejukkan dan baik ini kepada anggota keluarga kita, dan lingkungab, serta masyarakat.

    Agar tercipta generasi berakhlakul karimah yang santun, sopan, cerdas dan smarth. Menjadi pelita dan henerasi mandiri dengan perisai iman dan takwa.

    Semoga semua niat baik dan usaha yang baik menghasilksn out put yang baik pula,berdampak luas dimasyarakat.

    Dari kegiatan tiap petang seminggu dua kali tersebut,juga terdengar lantunan doa keselamatan dan doa bagi para muhsinin yang berjuang dan bersedekah bagi pelaku sunah shaum Senin-Kamis di Kampung Santri Bali.

    Semua doa dan usaha semoga diijabah mendapat berkah, barokah dan ridha Allah SWT, dari kawasan Kampung Santri Bali, jll. By pass Tanah Lot -Munggu Bali, reporter Lensa Banyuwangi (Ambarwati Soenarko).

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here