AWAL TAHUN BARU, SEDEKAH JUM’AT BERKAH DENGAN NASI JAGUNG BU IIS

    0
    101

    Setelah melalui pergantian tahun 2020-2021 ,semua yang menjadi kebiasaan rutin di masyarakat tetap berjalan dengan biasa. Memang pergantian tahun 2021 ada perbedaannya dengan tahun -tahun sebelumnya. Jika biasanya disambut dengan meriah dan sukacita penuh dengan atrajsi dan hiburan lengkap,rupanya khusus tahun ini keprihatinan muncul seiring kondisi belum tahu kapan berakhirnya musim pandemi covid yang semakin menyebar kemana-mana.

    Dikampung Santri Bali pergantian tahun cukup dilakukan dengan kegiatan sholat jamaah, doa yasin tahlil, berbuka bersama ifthor dari Rumah Peduli Anissa. Dan doa keselamatan untuk bangsa dan negara.

    Semua berjalan dengan khidmat dan sederhana. Keesokan harinya mengawali lembar pertama tahun 2021 dihari Jumat seperti kegiatan yang sudah terprogram ada Sedekah Jumat Berkah. Saat itu masih ada muhsinin dan donatur dari 2 tempat yaitu RB. Al -Hadid Denpasar berupa 25 nasi bungkus, dan dari Nasi jagung bu Iis Denpasar, 25 bungkus .

    Keduanya menjadi donatur istiqomah untuk Sedekah Jumat Berkahnya kampung santri yang dibagikan kepada santri di dua tempat yaitu di Jl. Sahadewa No. 6 Munggu sebanyak 25 bungkus dan di Batuan Sukawati 25 bungkus.

    Alhamdulillah mengawali tahun baru sedekah Jumat berkah para muhsinin yang dititipkan melalui Nasi Jagung Bu iis bertambah menjadi 60 bungkus, dan disalurkan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan seperti kaum buruh dan pekerja upahan.

    Kehadiran nasi jagung bu Iis disambut dengan antusias oleh warga masyarakat, nenek Heni seorang muallaf keturunan Cina bahkan rela jalan kaki dari tempat kostnya ke kampung santri, mengambil sedekah Jumat berkah nasi jagung yang disiapkan dikampung santri jam 09.00-11.00 WITA.

    Ketika membagikan di proyek pekerja kayu, mereka juga merasa senang dengan adanya nasi jagung komplit dengan sayur pepaya, ikan asin, tempe, urap daun pepaya dan sambal. Ini makanan yang sangat langka kata mereka, yang ternyata suka dengan menu nasi jagung bu Iis.

    Ketika diseputaran jalan by Pas Tanah Lot, membagi untuk para pedagang cilok, sempol dan bakso, bahkan ada warga Bali bpk . Made yang minta 2 bungkus nasi jagung dibawa pulang buat dirinya dan anaknya.

    Sepengetahuan penulis warga Bali biasanya tidak suka/tidak biasa makan nasi jagung . Tetapi ini malah minta untuk dibawa pulang katanya suka.

    Karena memang ini Sedekah Jumat Berkah siapapun yang membutuhkan bisa mengambil dengan gratis melalui Kampung Santri Bali sebagai penyambung amanah dari para muhsinin.

    Pengasuh Kampung Santri Bali, Ustazd Widodo, BA. mewakili para santri dan warga sekitar penerima SJB, mengucapkan terimakasih pada Pak Dadang dan Bu Iis , pemilik Nasi Jagung yang menyiapkan dan menyalurkan sedekahnya melalui KSB. Sebanyak 60 bungkus itu dananya berasal dari titipan teman-teman dan para muhsinin yang memesan nasi jagung melalui usaha mereka perbungkusnya @ Rp.5000.

    Dengan senang hati ke dua pasutri ini menerima pesanan nasi jagung dan menitipkan amanah para donatur tersebut,salah satunya melalui Program SJB K ampung Santri Bali yang sudah berjalan istiqomah selama satu tahun ini.

    Sebelum Nasi Jagung bu Iis sebanyak 60 bungkus dan bunda Yani Al-Hadid 25 bungkus total 85 bungkus tersebut dibagikan didoakan dulu oleh ustazd Widodo selaku pengasuh KSB,

    “Semoga SJB ini diterima oleh Allah SWT, Barokah dan bermanfaat bagi sesama. Sedekah ini menjadi hijab bala, bencana, musibah didunia dan pembuka kunci surga diakhirat bagi para hamba Allah /muhsinin ,semua tercatat dan tertulis tidak ada yang sia-sia, “ungkapnya.

    Jam 11.00 – 13 waktu sholat Jumat selepasnya membagikan SJB di Batuan Sukawati untuk santri dan warga sekitar yang selalu menunggu dengan senang kedatangan SJB bahkan ada yang membawa krupuk dari tempat usaha mereja untuk ikut dibagikan ditempat lainnya.

    Semoga tahun 2021, Mengawali bulan baru dan tahun baru semua akan bisa lebih baik lagi kedepannya. Masyarakat yang menghadapi masalah ekonomi dampak pandemi,semoga tetap semangat dan sabar serta ikhlas menerima anugrah,ujian dan bencana ini. Semua kita kembalikan kepada diri sendiri, apakah dimasa sulit ini mau berbagi, dan berempati bagi sesama kita. Inshaa Allah masih banyak tangan mulia dan hati lembut yang ikut memikirkan nasib dan kebutuhan saudaranya terutana duafa, fakir miskin, janda, yatim piatu. Sebab Rosulullah berada diantara mereka, jika ingin dekat padaku maka dekatlah dengan golongan mustahik begitu yang tertulis disalah satu hadist.

    Terimakasih Pak Dadang -Bu Iis pengusaha nasi jagung yang bisa ditemui dipasar sanglah/tempat jualannya,bunda yani Al- Hadid gang Satelit,bekerja diladang Allah sebagai penggerak sedekah dan amal kebaikan lainnya bersama-sama saling memberikan manfaat, semasih nyawa ,raga, dan harta titipan pinjaman dari sang penguasa diamanahkan bagi kita, tidak harus takut dan surut dengan corona, semua mahluk Allah pasti tunduk dengan penciptanya. Beliau-beliau pahlawan sedekah yang luar biasa, siapapun bisa meniru jejaknya.
    Bekerja, berjalan, bergandengan tangan melebarkan kemah dan padang, menaburkan amal kebaikan ditempat masing-masing,sesuai dengan kemampuan dan kemauan secara istiqomah..Yang mau bergabung dengan program KSB, bisa kontak no wa. 085790755649.  Barakallah Biridlalah.

    (Ambarwati Soenarko)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here