oleh

Kidung Ramadhan untuk Memeriahkan Bazor di PCNU Banyuwangi

Spread the love

Penampilan *Kidung Ramadlan* seperti akustik, musikalisasi puisi, sholawatan dan kesaksian-kesaksian yang diiringi musik dari group Maiyakustik .Untuk memeriahkan acara Bazor , bertempat di halaman kantor PCNU Banyuwangi Kamis malam (22/4/2021)

Rangkaian acara diawali dengan buka bersama dan salat magrib dilantai dua Gedung PCNU Banyuwangi. Bazar Ansor (Bazor) Hybrid Ramadlan digelar di halaman kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Momentum Bazor kali ini kami jadikan sebagai silaturrahim dan kerja sama dengan lembaga lain sejak tanggal 16 April hingga 9 Mei 2021.

“Bazor yang berlangsung selama 20 hari, malam ini bekerja sama dengan Lesbumi dan Maiyakustic Banyuwangi. Acara Bazor tersebut berlangsung setiap hari sampai pukul 15.00 -22.00 sejak dibuka 16 April lalu oleh Gus Ali Maki Ketua PCNU Banyuwangi yang memberikan apresiasi dengan adanya Bazor Hybrid.

“Terima kasih dan berkah untuk semuanya. Anak muda harus kreatif baik omongan, ide, pikiran, tindakan, maupun solusi. Bazor Hybrid ini merupakan salah satu solusi kreatif yang dibuat oleh Ansor,” kata KH Ali Makki Zaini, Ketua PCNU Banyuwangi.

Setelah buka puasa dan jeda sholat tarawih acara Kidung Ramadhan dilakukan doa bersama dengan harapan Lesbumi, Maiyakustik dan Ansor Banyuwangi untuk keselamatan sejumlah anggota TNI AL yang sedang kehilangan kontak tersebut.

“Musibah KRI Nanggala 402 adalah musibah kita semua. Kami dari Lesbumi dan Ansor Banyuwangi turut berduka dan berharap semua awak dan kru KRI Nanggala 402 diberikan keselamatan. Melalui doa bersama ini juga kami berharap kapal selam tersebut bisa ditemukan,” ujar Idrus , Sekretaris Lesbumi Banyuwangi.

Sementara Ketua Lesbumi NU Kabupaten Banyuwangi , Taufiq Wr. Hidayat menjelaskan, dipilihnya kegiatan tersebut sebagai cara mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan positif dan kreatif. Disamping juga sebagai ajang menjalin silaturahim antara sesama muslim dan penganut agama lain. Dinamika zaman dengan segala pernak-pernik yang mengiringinya, membuat sejumlah budaya berbasis islami terancam eksistensinya.
Selanjutnya, Taufik mengingatkan
Bulan Ramadhan memang menjadi bulan yang istimewa bagi umat islam, termasuk keluarga besar Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (LESBUMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyuwangi.

Sebab, di bulan penuh berkah ini, Lembaga tersebut menggelar “Kidung Ramadlan” seperti akustik, musikalisasi puisi, sholawatan dan kesaksian-kesaksian yang diiringi musik dari group Maiyakustik dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan, juga sebagai momentum untuk saling menjaga, merajut kebersamaan umat Islam untuk membangkitkan perekonomian. Taufik berharap di bulan ramadan, masyarakat Banyuwangi bisa membangkitkan secara ekonomi, secara batin dan psikisnya.(Ilham Triadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed